Warga Padati  Pusat Perbelanjaan, Plt Gubernur Sebut Rawan Timbulkan Kluster Baru Covid-19

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Menjelang lebaran Idul Fitri, sejumlah pusat perbelanjaan  di Kota Makassar mulai dipadati. Namun, Protokol kesehatan pun diabaikan, padahal masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Inline Ad

Hal ini menimbulkan kekhawatiran Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, akan munculnya klaster baru Covid-19. Apalagi, saat ini kondisi Covid-19 di Sulsel sudah mulai menurun.

“Sekarang kami bisa lihat, masyarakat sudah mulai memadati pusat-pusat perbelanjaan untuk beli baju baru dan keperluan Lebaran,” kata Andi Sudirman, Minggu, (2/5)

Ia mengungkapkan, agar masyarakt dan semua pihak tidak boleh  abai di tengah pandemi Covid-19. Warga tidak seharusnya berdesak-desakan seperti itu, tanpa menjaga jarak, apalagi tidak memakai masker. Juga mengimbau masyarakat agar tidak berkerumun dengan memadati pusat perbelanjaan.

Baca Juga:  Dukung Ide Plt Gubernur, Menko PMK Ingin Puskesmas Difungsikan Maksimal

“Kondisi sekarang sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.

Andi Sudirman akan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, untuk melakukan penertiban. Ia akan memanggil Pemerintah Kota Makassar, juga para pengelola pusat-pusat perbelanjaan, untuk mencari solusi.

“Kita akan segera melakukan rapat dengan semua stakeholder. Kita cari solusinya bersama sama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemerintah sudah berupaya memutus angka penularan Covid-19 dengan mengeluarkan aturan larangan mudik. Karena itu, harus didukung dengan upaya-upaya lain, khususnya mengatasi fenomena jelang Lebaran Idul Fitri ini.

Baca Juga:  Sekprov Sulsel Ikuti Rakor Lima Arahan Presiden Terkait Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru

“Masyarakat harus terus diberi pemahaman bahwa Covid-19 itu masih ada. Mereka harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan, menjauhi kerumuman, hingga membatasi mobilitas,” terangnya.

(Iin Nurfahraeni)

(Visited 1 times, 2 visits today)
Bottom ad

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.