INIPASTI.COM, MAKASSAR – Permukiman layak menjadi salah satu indikator hidup sehat terutama masalah lingkungannya. Sayangnya hingga saat ini, belum ada penilaian yang tetap mengenai permukiman ideal.
Untuk itu, Dinas Tata Ruang dan Permukiman Sulsel bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan alumni Arsitektur dari Universitas Hasanuddin menggelar Seminar Nasional.
Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Sulawesi Selatan, Andi Bakti Haruni mengungkapkan, selama ini konsep rumah ideal terutama di perkotaan belum ditentukan. Padahal sangat diperlukan dalam mengembangkan perumahan layak huni dan memenuhi standar kesehatan lingkungan.
Baca juga : Distarkim-REI Sulsel, Program 1.000 Rumah untuk PNS
“Selain itu juga, perumahan terjangkau dan mudah diperoleh atau diakses oleh masyarakat, serta memenuhi standar kesehatan lingkungan,” kata Bakti, di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (9/12).
Mengenai persentase rumah tidak layak huni yang ada di perkotaan, Bakti menyebutkan sampai saat ini belum ada data yang riil. Pihaknya akan melakukan pendataan di tahun 2017, data yang ada sekarang bersifat parsial dan belum menyeluruh.
“Makanya dengan seminar ini akan dirumuskan konsep permukiman yang ideal, seperti apa fasilitas standar, minimal apa yang harus dipenuhi, termasuk spesifikasi kawasan huniannya,” ucapnya.
Mengenai peserta seminar, Bakti menyebutkan mereka berasal dari Kabupaten/kota, alumni arsitektur Unhas dari berbagai pelosok indonesia. Ditambah staf pengajar dan guru besar Arsitektur Unhas dan dari Kementerian PU khususnya dari Dirjen Penyediaan Perumahan.(*)
Baca juga : Hari Bakti ke-71, Dinas PU Gelar Bakti Sosial
//










