INIPASTI.COM, MAKASSAR—Suasana haru masih menyelimuti rumah duka almarhum Dr H Mahmud Nuhung, SE, MA, di Jl Bangkala 3 Blok 1, Perumnas Antang, Makassar, Jumat (25/9/2026) malam.
Keluarga, sahabat, akademisi, tokoh masyarakat hingga jajaran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulawesi Selatan hadir dalam malam takziah untuk mendoakan almarhum.
Malam takziah diawali dengan testimoni dua mantan Dekan Fakultas Ekonomi Unismuh Makassar, Dr Ismail Rasulong, SE, MM dan Dr Andi Jam’an, SE, M.Si.
Keduanya mengenang almarhum sebagai akademisi yang peduli, dermawan, suka menolong, serta tidak pernah merasa lelah ketika membantu orang lain.
Dr Ismail Rasulong mengaku terharu ketika mengenang perjalanan panjangnya bersama Mahmud Nuhung.
Baginya, almarhum bukan sekadar senior dan sesama akademisi, tetapi juga sosok yang banyak memberikan teladan dalam kehidupan.
Kenal Sejak Masih Mahasiswa
Dr Ismail Rasulong mengenal Mahmud Nuhung sejak dirinya masih berstatus mahasiswa.
Pada masa itu, ia mengenang tiga sosok dosen ekonomi yang banyak memberi pengaruh dalam perjalanan hidupnya, yakni Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE, MM, Dr Idham Halid, serta almarhum Dr H Mahmud Nuhung, SE, MA.
Kedekatan dengan Mahmud Nuhung semakin kuat ketika Ismail mulai menjadi dosen Unismuh Makassar pada 2003.
Ismail mengenang dirinya sempat belum diterima ketika pertama kali mendaftar sebagai dosen.
Saat itu, Mahmud Nuhung justru memberikan semangat agar dirinya tidak menyerah.
“Dunia ini belum kiamat,” kata Ismail mengenang pesan almarhum.
Setelah menjadi dosen, kebersamaan keduanya tidak hanya berlangsung di kampus.
Mereka kerap terlibat dalam kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat.
“Setiap keluar melakukan kerja-kerja sosial maupun pengabdian, sayalah yang membonceng beliau,” kenangnya.
Dari perjalanan tersebut, Ismail mengaku menyaksikan langsung kepedulian Mahmud Nuhung kepada orang-orang di sekitarnya.
Almarhum disebut tidak banyak berbicara ketika membantu, tetapi berusaha agar orang yang membutuhkan pertolongan mendapatkan jalan keluar.
“Beliau selalu mengatakan, kalau ada orang minta dibantu, jangan mati di tangan kita,” tutur Dr Ismail Rasulong.
Kalimat itu menjadi salah satu pesan Mahmud Nuhung yang paling membekas bagi dirinya.
Hanya Ingin Satu Periode Jadi Dekan
Ismail juga mengenang kepemimpinan Mahmud Nuhung ketika dipercaya menjadi Dekan Fakultas Ekonomi Unismuh Makassar.
Menurutnya, almarhum pernah menyampaikan keinginan hanya menjabat satu periode.
Mahmud Nuhung ingin memberikan ruang kepada generasi berikutnya yang dinilai telah siap melanjutkan kepemimpinan fakultas.
Setelah periode Mahmud Nuhung berakhir, amanah Dekan Fakultas Ekonomi kemudian dilanjutkan Dr Ismail Rasulong.
Estafet kepemimpinan berikutnya diteruskan Dr Andi Jam’an, SE, M.Si.
Andi Jam’an: Kebaikannya Tak Semuanya Terdokumentasi
Dr Andi Jam’an mengatakan banyak sisi kehidupan Mahmud Nuhung yang sulit dirangkum hanya dalam sebuah testimoni.
“Banyak kebaikan beliau yang dilakukan dan tidak semuanya terdokumentasikan dengan baik,” ujarnya.
Menurut Dr Andi Jam’an, banyaknya masyarakat, kolega dan sahabat yang datang ke rumah duka menjadi salah satu gambaran hubungan baik yang dibangun almarhum semasa hidup.
“Banyaknya orang yang datang menjadi salah satu indikator bahwa beliau adalah orang baik,” katanya.
Andi Jam’an juga mengenang kebersamaannya dengan Mahmud Nuhung dalam aktivitas Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
Almarhum disebut memiliki perhatian besar terhadap kaderisasi.
Mahmud Nuhung juga dikenang tidak lelah melakukan pendampingan kepada kader serta berkontribusi dalam gerakan Persyarikatan Muhammadiyah.
Pengurus PGRI Sulsel Hadir
Sejumlah jajaran PGRI Sulawesi Selatan turut hadir dalam malam takziah.
Di antaranya Wakil Ketua PGRI Sulsel Prof Dr Muhlis Madani, M.Si, Hj Juhrah, S.Sos., M.AP, Sekretaris Umum PGRI Sulsel Dr Abdi, M.Si, Wakil Sekum Drs H Muham Muliono Caco, M.Kes., MM, ketua biro di antaranya; Dr Muhammad Nasir, S.Pd., M.Pd, Yosia Timbonga, SS dan Dr Muhammad Yahya, M.Si, Wakil Sekretaris Drs H Muhammad Asaad serta pengurus PGRI Kota Makassar lainnya.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar Dr Edi Jusriadi, SE, MM juga hadir bersama keluarga dan kolega almarhum.
Mewakili PGRI Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Muhammad Nasir, S.Pd., M.Pd menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan keluarga besar PGRI yang menghadiri malam takziah.
Ia juga mengenang dukungan Mahmud Nuhung terhadap aktivitas organisasi istrinya, Dra Hj Hendriati Sabir, M.Pd, yang merupakan Bendahara PGRI Provinsi Sulawesi Selatan.
Menurutnya, almarhum memahami dan memberikan ruang kepada istrinya untuk aktif dalam organisasi profesi guru tersebut.
Pengajian Ingatkan Amal Jariah
Setelah testimoni, malam takziah dilanjutkan dengan pengajian oleh Ustaz Muhammad Mahdi Syukur, S.Ag, dari Pengurus Cabang Muhammadiyah Manggala Makassar.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Muhammad Mahdi mengingatkan bahwa kehidupan dunia merupakan tempat mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.
“Dunia ini hanya di telapak tangan, sehingga mudah untuk dibagi dan digunakan berbagi,” tuturnya.
Ia mengingatkan tentang pentingnya amal jariah yang manfaat dan pahalanya tetap mengalir setelah seseorang meninggal dunia.
“Amal jariah merupakan salah satu amal yang pahalanya terus mengalir. Apa yang telah dilakukan almarhum semasa hidup, mudah-mudahan menjadi bekal dan terus memberikan manfaat,” ujarnya.
Mewakili keluarga, Dr Ir H Darwis Lantik menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan doa dari keluarga, sahabat serta masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan doa dari seluruh keluarga serta sahabat. Semoga segala amal kebaikan almarhum diterima Allah SWT dan segala kekhilafannya mendapatkan ampunan,” ujarnya.
Istri almarhum, Dra Hj Hendriati Sabir, M.Pd, juga berharap masyarakat terus mendoakan suaminya agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta amal kebaikannya diterima sebagai amal saleh.
Prof Abdul Rahman Rahim Kenang Sosok Tegas dan Terbuka
Secara terpisah, mantan Rektor Unismuh Makassar Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE, MM mengenang Dr H Mahmud Nuhung sebagai sahabat yang konsisten dan terbuka dalam menyampaikan saran maupun masukan.
Menurut Prof Abdul Rahman Rahim, almarhum juga dikenal memiliki karakter tegas dan disiplin terhadap waktu.
Sikap itu turut terlihat ketika Mahmud Nuhung menjalankan amanah sebagai Kepala Biro Humas dan Protokoler Unismuh Makassar.
Ia disebut tidak segan memberikan saran dan masukan untuk mendukung perkembangan kampus.
Bagi keluarga, sahabat, akademisi dan kolega organisasi yang hadir pada malam takziah, kepergian Dr H Mahmud Nuhung, SE, MA meninggalkan kenangan tentang pengabdian, kepedulian dan kebiasaan membantu sesama. ***










