INIPASTI.COM, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan melalui anggota fraksinya akan memperketat pengawasan penggunaan anggaran. Dengan peningkatan sebesar Rp 2 Triliun pada APBD Pokok 2017.
Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan, Nurdin Halid mengungkapkan peningkatan anggaran dari Rp 6,8 Triliun menjadi Rp 8,8 Triliun pada APBD Pokok 2017 perlu diawasi secara ketat sehingga difokuskan pada pembangunan yang pro kepada rakyat.
Ia juga berharap pemerintah provinsi mempertimbangkan anggaran belanja langsung pegawai untuk dikurangi dan dimasukkan dalam anggaran belanja tidak langsung demi program pembangunan nantinya.
“Memang sudah terlambat karena nomenklatur sudah ada dari pemerintah sehingga susah untuk merubahnya. Tapi yang penting bahwa inti dari anggaran itu adalah bagaimana mendorong peningkatan kesejahteraan dan pengurangan kemiskinan,” kata Nurdin saat ditemui usai bertemu anggota Fraksi Golkar di DPRD Sulsel, Selasa (6/12).
Nurdin juga menginstruksikan anggota fraksi untuk melakukan kajian pertumbuhan 6,7 persen ekonomi Sulawesi Selatan sekaligus menciptakan pemerataan bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
“Jangan sampai pertumbuhan itu hanya segelintir orang di Sulsel. Tetapi kalau pemerataan berarti itu sangat bagus,” ucapnya.










