INIPASTI.Com, MAKASSAR – Peluncuran dan bedah buku Simfoni Kehidupan Halim Homeric, yang berlangsung di Aula Prof Mattulada Fakultas Ilmu Budaya Unhas, Kamis (11/8/2016) sangatlah istimewa, karena selain dilaksanakan di kampus Unhas juga pembicaranya adalah dua orang guru besar, yang juga keduanya adalah mantan rektor Unhas.
Dua guru besar yang dimaksud adalah Prof Radi A Gany (Rektor Unhas Periode 1992 – 2006), dan Prof Idrus A. Paturusi (Rektor Unhas Periode 2006 – 2014), keduanya hadir sebagai pembicara sekaligus pembedah buku Halim Homeric yang berjudul Simfoni Kehidupan.
Dan bahkan kalau saja Rektor Unhas Prof Dwia Ariestina Palubuhu tidak dipanggil mendadak oleh Presiden RI, maka dia juga akan menjadi salah satu pemateri atau pembedah dalam peluncuran buku Halim Homeric. Tapi tanpa mengurangi rasa hormatnya, rektor diwakili oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Prof Burhanuddin Arafah.
Peluncuran buku Halim Homeric, yang diprakarsai Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unhas, Prof Burhanuddin Arafah, dihadiri kurang lebih 250 undangan. Hadir keluarga besar Halim Homeric, Prof A. Husni Tanra, sahabat, sesepuh masyarakat Tionghoa, mahasiswa dan sejumlah undangan.
Buku biografi Simfoni Kehidupan Halim Homeric yang ditulis oleh oleh Andy Pallawa, cukup menarik untuk dibaca, sekaligus dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda sekarang ini yang cenderung mudah menyerah terhadap tantangan yang dihadapinya.
Buku yang ditulis Andy Pallawa ini banyak menceritakan tentang perjalanan hidup Halim Homeric, mulai awal meninggalkan negeri kelahirannya, Cina sampai berada di Indonesia. Dimulai dari kehidupan yang tidak memiliki apa-apa (miskin), lalu kemudian sekarang ini sudah menjadi orang sukses sebagai pengusaha di kota Makassar.
Buku ini dibuat tidak dimaksudkan untuk menonjolkan kesuksesan atau kekayaan yang dimilikinya saat ini, atau bahkan untuk membanggakan diri. Akan tetapi buku ini diterbitkan untuk memberi harapan baru bagi generasi muda sekarang ini.
Menurut Halim dengan buku ini generasi muda bisa lebih mengerti kehidupan, berani menghadapi kesulitan agar dalam kehidupan di masyarakat dapat merasakan kebahagiaan hidup.










