INIPASTI.COM, GOWA – Kabupaten Gowa dan Kota Makassar dipilih UNICEF melalui Yayasan Indonesia Mengabdi (YMI) menjadi lokasi penelitian aksi model pencegahan perundungan (bullying). Hal itu diungkapkan oleh Ketua Tim Peneliti, Dr Farida Aryani di ruang kerja Sekretaris daerah (Sekda) Gowa. Di tempat itu pula dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Pemkab Gowa dan pihak YMI, Selasa (1/11).
“Kami memilih Gowa dan Makassar sebagai lokasi penelitian di Sulsel karena salah satu persyaratan daerah tempat berlangsungnya penelitian adalah memiliki tempat perlindungan anak. Dan kami ketahui ada tempat pelaporan kekerasan pada anak di dua tempat ini,” jelas Farida dalam rilis.
Farida menjelaskan, Model penelitian mereka diawali dengan baseline. Baseline sendiri, jelasnya, guna untuk melihat potensi-potensi bully apa yang terjadi di sekolah tempat mereka melakukan penelitian. “Setelah melihat, mengumpulkan potensi ini kita akan melakukan intervensi dengan jumlah model kegiatan. Kita ingin mengukur apakah dengan model yang kita lakukan ini akan menghilangkan praktek bullying di sekolah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Farida mengungkapkan sekolah yang dipilih untuk tempat penelitian bukanlah sekolah unggulan. Menurutnya, sekolah unggulan biasanya sudah melakukan praktek intervensi mencegah terjadinya perundungan di sekolahnya.
Sementara itu, Menurut Ketua YMI, Nurdin Nori, banyak manfaat yang ingin dicapai dari kerja sama dan penelitian ini. Di antaranya, kegiatan ini diharapkan akan berujung pada pengembangan program kerja daerah di bidang perlindungan anak melalui Tim Komite Pengarahan. Selain itu, mendorong pertumbuhan titik anti kekerasan di Gowa berbasis sekolah.
Hal senada juga disampaikan oleh Sekda Gowa, H Muchlis. Menurutnya penelitian ini sangat bermanfaat dan mendukung gerakan sekolah ramah anak atau sekolah tanpa kekerasan anak yang baru-baru ini launching.
“Baru-baru ini kita memang meresmikan program sekolah tanpa kekerasan. Gerakan ini berlangsung serentak di Sulsel. Pelaksanaan penelitian ini akan mendukung keberlangsungan program ini,” ucap Muchlis.
Untuk di Gowa sendiri, penelitian akan berlangsung selama satu tahun di dua sekolah. Enam bulan pertama di SMP 5 Pallangga dan enam bulan berikutnya di SMP 3 Sungguminasa.
Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan oleh Muchlis, selaku Pemkab Gowa dan Nurdin Noni dari pihak YMI. Turut hadir dalam pertemuan itu; Kadis Sosial Transmigrasi dan Tenaga Kerja H Syamsuddin Bidol, Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah H Bachtiar, serta Child Protection Specialist Unicef Emilie Minnick. (*)
Baca juga : UNICEF Undang 20 Delegasi Lihat Hasil Sanitasi di Takalar
//










