“Anggaran itu akan kita coba dulu penuhi dari donasi. Jika tidak cukup baru kita akan anggarkan di APBD,” ungkap Adnan. Mantan anggota DPRD Sulsel ini, mengaku, sudah menyampaikan ke SKPD yang mau menjadi donatur tetap untuk mendaftarkan namanya.
“Jadi nanti gajinya langsung dipotong di keuangan,” katanya. Anggaran yang ada di rekening yayasan sendiri, saat ini baru Rp 1.076.000.000. Dana Rp 1 miliar berasal dari hibah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Untuk sementara donatur yang telah bersedia untuk menyumbang pembangunan juga sudah ada dari dua pengusaha Gowa masing-masing Rp 1 miliar. “Kita akan galang dana dari pengusaha lainnya,” ucapnya.
Dalam rapat itu, Adnan mengaku, juga telah membicarakan rencana renovasi itu dengan Ketua Pembina Yayasan Masjid Syekh Yusuf, yang juga Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. “Saya juga sudah bicarakan dengan Gubernur Sulsel selaku Ketua Pembina Yayasan, termasuk membicarakan soal pengambil alihan masjid oleh Pemkab,” terangnya.
Sementara itu, salah satu unsur Ketua Yayasan, Mapparessa Tutu, mengaku, juga telah menyampaikan kesepakatan pengambil alihan pengelolaan masjid dari yayasan ke Pemkab pada SYL. “Kami juga sudah sampaikan ke Pak Gubernur selaku Ketua Pembina Yayasan. Memang beliau memesankan agar masjid ini direnovasi agar menjadi yang terbaik di Sulsel. Saya katakan, tergantung bupati saya Pak,” ujarnya, sambil disambut tawa peserta rapat.
Pengurus yayasan lainnya, Ansar Usman, mengatakan, pada prinsipnya selaku pengurus yayasan mengapresiasi hal itu. “Apalagi sudah ada persetujuan dari Pak Gubernur. Masjid ini adalah kebanggan kita. Melihat kondisinya memang sudah perlu direnovasi. Apa yang dilakukan oleh Pemkab saya kira menjawab hal itu semua,” terangnya.
Dari desain yang ditampilkan di rapat itu, Masjid Syekh Yusuf nantinya akan direnovasi menjadi lebih megah. Lantai masjid dan pekarangan depan akan menggunakan granit. Di halaman depan juga akan ada taman.
Selain itu, untuk memperindah estetika masjid, pagar yang ada juga akan dirobohkan. Termasuk mengatur pencahayaan dan pedagang kaki lima yang tumpah di tiap hari Jumat.










