INIPASTI.COM, MAKASSAR – Pengerjaan proyek Kereta Api Trans Sulawesi, tahap pertama Makassar-Parepare akan kembali dilanjutkan. Pada tahun 2016 lalu, progress pembangunan badan jalan sepanjang 16,1 Km dengan rel terpasang 14,8 Km sudah dirampungkan. Dari total keseluruhan sepanjang 145Km.
Selain badan jalan dan rel terpasang, pembangunan tiga jembatan dengan fly over dan underpass juga telah dikerjakan. Proyek Kereta Api yang dimulai dari Desa Lalabata, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru. Tahun 2017 akan kembali berlanjut dengan pembebasan lahan dan fisiknya
Pelaksana tugas, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi sulsel, Ilyas Iskandar menjelaskan pada tahun 2017 akan dilakukan pembebasan lahan kembali, sebanyak.1.411 bidang dan saat ini sudah dibebaskan, 623 bidang untuk jalur Barru-Parepare.
“Tahun ini pembebasan lahan tahap kedua dilanjutkan, sambil pengerjaan fisik dilanjutkan. Saat ini sudah dimulai, kami harap tidak ada kendala, karena akhir tahun tahap ke III akan mulai dibebaskan,” kata Ilyas Iskandar, Selasa (14/2/2017) di Kantor Gubernur.
Ilyas menambahkan, untuk pengerjaan fisik akan dilakukan yaitu, pembangunan badan jalan dan track sepanjang 32 Km, 11 jembatan dengan tiga terowongan sepanjang 3,5 Km serta tiga elevated track sepanjang 2,8 km.
“Pengerjaan fisik akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan anggaran dari pemerintah pusat,”terang Ilyas.
Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perkeretapian Trans Sulawesi Selatan, Henry Hidayat mengungkapkan pada tahun 2017, pihaknya sudah mendapat anggaran untuk pembebasan lahan sebesar Rp 219 miliar, selain bantuan Rp 5 triliun dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ini modelnya peminjaman dalam negeri.
“Anggaran Rp 5 Triliun ini merupakan pinjaman, yang diperuntukkan selama tiga tahun, masing di 2017, 2018 dan 2019. Ini di fokuskan untuk Barru ke Parepare,”ungkapnya.










