INIPASTI.COM, MAKASSAR – Ketersediaan pakan ternak, baik dari aspek kuantitas maupun kualitas mutu pakan menjadi sangat penting dan sangat strategis dalam usaha budidaya peternakan. Karena mutu pakan yang dikonsumsi oleh ternak sangat berkorelasi positif dengan performance ternak.
Kepala Dinas PKH Provinsi Sulsel, Ir Abdul Azis, mengatakan, dalam budidaya ternak komponen yang terbesar biayanya adalah pakan. Dikatakan secara keseluruhan biaya produksi 70 – 80 persen biaya itu dari biaya pemberian pakan.
Abdul Asiz yang ditemui di lokasi pelaksanaan bimtek pembuatan pakan ternak di Gahara Hotel, mengatakan, ada kondisi dimana peternak sangat efisien dalam penggunaan pakan. Umumnya pemberian pakan sangat tergantung pada kondisi sosial ekonomi para peternak, motivasi dan tujuan beternak.
Pada peternakan rakyat, usaha budidaya pada umumnya hanya sebagai usaha sambilan. Dalam kondisi yang demikian, kata Azis, peternak tidak mengalokasikan biaya khusus untuk penyediaan pakan. Pakan dicari sendiri oleh peternak dari sumber yang seadanya sehingga produktivitas ternak di tingkat peternak pada umumnya masih rendah.
Mengingat pentingnya pakan dalam usaha budidaya ternak, dan tingginya potensi dan keragaman bahan pakan yang tersedia di lapangan, maka peternak diharapkan dapat meningkatkan pengetahuannya didalam membuat pakan sesuai kebutuhan ternak.
Dikatakan membuat pakan bukan hanya dilihat dari segi kualitas yang harus baik, tetapi juga dari segi ekonomisnya, murah dan mudah terjangkau oleh peternak. Karenanya kadis berharap peserta selama bimtek berlangsung betul-betul mengikutnya secara serius agar dapat memperoleh pengetahuan yang cukup didalam pengolahan pakan.
Sementara itu, Dr Muhammad Yusuf, salah satu dari pemateri pembuatan pakan mengatakan, pemberian nutrisi yang cukup bagi pengembangan usaha budidaya ternak sangat mempengaruhi produksi dan reproduksi.
“Gizi yang kurang dapat mengakibatkan tertundanya pubertas, meningkatnya kegagalan reproduksi dan menurunnya angka konsepsi bagi ternak. Jika nutrisi bagus, maka hormon tidak begitu penting. Kecuali untuk kegiatan singkronisasi atau penyerentakan birahi,” tandas Muhammad Yusuf.(nasrullah)










