INIPASTI.COM, MAKASSAR – Setelah mengalami penundaan dari jadwal yang direncanakan, di mana sebelumnya kedatangan Kereta Penumpang di Pelabuhan Garongkong Barru awalnya tiba pada 12 Oktober, kemudian molor sekitar tanggal 23 Oktober.
Namun,dapat dipastikan akan mundur lagi dari jadwal yang sebelumnya. Kondisi ini disebabkan karena, karena cuaca di laut. Padahal sebelumnya kereta api Trans Sulawesi tahap pertama akan dilaunching pada HUT ke-348 Sulsel lalu.
Pejabat Pembuat Komitmen Kereta Api Trans Sulawesi Henry Hidayat mengungkapkan, molornya kedatangan Kereta Api ini, disebabkan lebih pada faktor cuaca.
“Sampai saat ini, masih ada di laut Jawa. Faktor cuaca salah satunya ombak tinggi sehingga menyebabkan kedatangannya molor,” kata Henry, Selasa (24/10/2017)
Ia menyebutkan, jika tidak ada kendala kereta daro Aceh ini akan 26 Oktober mendatang, karena sampai saat ini masih terus bergerak . “Kalau bukan tanggal 25 bisa mundur ke 26 Oktober, karena angkutnya pakai kapal LCT, ” ujarnya.
Sampai saat ini, telah selesai 16 kilometer bantalan rel yang terbangun di Kabupaten Barru. Sebelumnya diagendakan, soft launching akan dilakukan oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpon. Namun yang menjadi kendala yang awalnya akan didatangkan dari Jawa, karena berbeda dengan di Sulsel, bantalan rel lebih lebar sehingga di datangkan dari Lhokseumawe. Karena, kereta api dari bagian paling Barat Indonesia tersebut yang cocok dengan kereta api Trans Sulawesi.
Henry berharap tidak ada kendala lagi untuk soft launching ini. Karena saat ini kapal yang mengakur sudah diperairan Jawa. “Nanti langsung di Barru dan akan dicoba di rel,”ungkapnya
Untuk pekerjaan bantalan rel baru dari kilometer 92 sampai 119 itu sudah sekitar 37 kilometer atau 26 persen, rencananya bisa dioperasikan 2018 Oktober. Sehingga jika ditambah 16 kilometer tahun 2015 lalu, panjang rel sudah 53 kilometer. (Iin Nurfahraeni)










