INIPASTI.COM, MAKASSAR – Proyek Kereta Api Trans Sulawesi, tahap pertama Makassar-Parepare yang mulai dibangun dari Kabupaten Barru, saat ini terus digenjot penyelesaiannya. Permasalahan lahan yang sering kali menimbulkan kendala, ditaktisi dengan melakukan penetapan lokasi lebih cepat sebelum anggaran diturunkan.
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PKP2) Sulsel, Andi Bakti Haruni menjelaskan, penetapan lokasi untuk pembebasan Maros dan Pangkep sudah selesai dilakukan, dan telah ditindak lanjuti untuk masuk dalam tahapan pelaksanaan yang akan dilaksanakan oleh Kanwil BPN yang merupakan kewenangan mereka.
Ia menambahkan, nantinya akan dibentuk tim oleh mereka yang turun ke lapangan, ” tim inilah yang akan bekerja, jadi satgas A dan B tugasnya mengidentifikasi, verifikasi dan menghitung lahan tersebut, untuk kemudian akan dikeluarkan daftar nominatif,”kata Bakti, Sabtu kemarin.
Ia menambahkan nantinya daftar itu akan memuat nama pemilik lahan, kemudian besaran biayanya apa saja yang akan diganti rugi, diatas lahan itu tanaman apa saja semua akan dihitung.
“Yang jelas SK penetapan ini sudah ada yang difasilitasika tahap III. Inilah yang menjadi dasar pelaksanaan oleh BPN dilapangan,” terangnya
Dengan selesainya, penetapan lahan Kereta Api Trans Sulawesi, untuk jalur Pangkep-Maros. Menurut Bakti, bisa dikatakan tidak ada masalah, tinggal menunggu perhitungan untuk kemudian akan dibayarkan oleh instansi terkait. Namun, khusus Maros tersisa 1 Km yang kearah Pattene yang belum masuk perhitungan.
“Yang sisanya itu akan masuk tahap IV, tetapi masih menunggu dulu untuk penetapan trase yang akan dilalui di Makassar. Sampai saat ini dokumennya itu belum masuk,”paparnya.
Seperti diketahui, Sampai saat ini, dari kebutuhan lahan yang dibutuhkan, telah selesai pelaksanaannya tahap I 30 Km, sudah selesai dilakukan bahkan panjang rel kereta telah sampai 16 Km. Tahap ke II sepanjang 51,5Km, masih dalam tahap negosiasi dan pembayaran, sedangkan tahap III telah selesai penetapan dan masuk dalam tahapan pelaksanaan. (Iin Nurfahraeni)










