INIPASTI.COM, Retret kepala daerah yang sedang berlangsung di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, menjadi sorotan utama pada Februari 2025. Kegiatan ini dimulai pada 21 Februari dan dijadwalkan berakhir pada 28 Februari 2025, melibatkan 505 kepala daerah terpilih dari Pilkada Serentak 2024 yang telah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025. Retret ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan program pembekalan intensif yang bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan, membangun solidaritas antar kepala daerah, serta menyelaraskan visi pemerintahan pusat dan daerah.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan bahwa retret ini berhasil membangun ikatan emosional antar kepala daerah, yang diharapkan meningkatkan sinergi dalam pelaksanaan kebijakan nasional di tingkat daerah. Kegiatan ini mencakup berbagai materi, seperti pemahaman tugas pokok kepala daerah, visi “Asta Cita” pemerintahan Prabowo-Gibran, pengelolaan anggaran, ketahanan nasional, dan wawasan kebangsaan. Presiden Prabowo dan sejumlah tokoh nasional, termasuk kemungkinan mantan presiden, turut memberikan arahan langsung kepada peserta.
Namun, retret ini sempat memicu kontroversi. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menginstruksikan 55 kepala daerah dari partainya untuk menunda keikutsertaan sebagai respons atas penahanan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto oleh KPK pada 20 Februari 2025. Meski begitu, beberapa kader PDIP, seperti Bupati Malang Sanusi, Bupati Lebak Hasbi Jaya, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tetap bergabung. Tito Karnavian menyambut baik kepala daerah PDIP yang hadir, meskipun menyatakan mereka yang absen tidak akan dinyatakan “lulus” secara resmi, yang bisa berdampak pada pemahaman mereka terhadap kebijakan pemerintah pusat.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa retret ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, yang mewajibkan Kemendagri memberikan pelatihan kepada kepala daerah terpilih. Biaya kegiatan, yang mencapai sekitar Rp11,1 miliar dari APBN untuk akomodasi, konsumsi, dan seragam, juga menjadi perbincangan. Pemerintah menyebutnya sebagai langkah efisiensi dengan menggabungkan pelatihan Kemendagri dan Lemhannas dalam satu agenda selama sepekan, lebih singkat dari rencana awal 14 hari.
Hingga hari ini, 24 Februari 2025, retret masih berlangsung dengan jadwal padat, mulai dari olahraga pagi, sesi pembekalan, hingga diskusi terbuka. Tito menambahkan bahwa kepala daerah yang tidak ikut akan “rugi sendiri” karena kehilangan kesempatan memahami visi nasional dan membangun jaringan kerja sama. Sementara itu, ada laporan bahwa tiga kepala daerah harus dilarikan ke rumah sakit karena alasan kesehatan, meskipun detailnya belum diungkap secara resmi. Retret ini terus menjadi topik hangat, baik dari sisi manfaatnya maupun dinamika politik yang menyertainya.










