Seorang warga Desa Malaka, Minati kepada inipasti.com mengungkapkan bahwa pengunjung mulai datang mencari destinasi air terjun ini sejak awal 2016. Air terjun ini pertama kali ditemukan oleh warga sekitar. Karena air terjun ini berdekatan dengan perkebunannya. Air terjun tersebut sudah lama ditemukan, namun baru terdengar di telinga traveller sejak tahun 2016. Dan lokasi perjalanan pun mulai mengalami perbaikan pembenahan jalan demi kenyamanan wisatawan.
“Harapan saya,semoga orang-orang yang datang menikmati air terjun ini tidak sekedar datang merusak tapi lebih kepada bagaimana menjaga dan mengekspos keindahannya,” kata Minati.
Nunu, salah satu pengunjung lainnya, merasa sangat senang melihat adanya air terjun indah yang tidak jauh untuk dinikmati keindahannya. “Banyak air terjun indah, namun kebanyakan di luar negeri. Di Indonesia juga ada tapi kebanyakan di Jawa. Kan kalau mau kesana butuh biaya yang besar. Beda kalau disini sudah indah dan tidak banyak mengeluarkan biaya. Cukup stamina dan bahan bakar kendaraan,” katanya.










