INIPASTI.COM, MAKASSAR – Tensi Pilkada Takalar mulai memanas. Calon Bupati Takalar, Syamsari Kitta mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan saat melakukan sholat Jumat berjamaah di lingkungan Ballo, Kelurahan Sombala Bella, Kabupaten Takalar.
Syamsari bersama rombongan awalnya melakukan silaturrahmi di rumah tokoh masyarakat yakni Daeng Nakku dan melakukan sholat Jumat berjamaah di daerah tersebut. Politisi PKS itu melakukan khutbah dan Usai melakukan sholat Jumat saat beranjak keluar dari Masjid. Pada saat bersamaan bertemu dengan rombongan kampanye pasangan calon Bur – Nojeng di zona I Lingkungan Ballo.
Massa kampanye Bur – Nojeng langsung meneriaki rombongan Syamsari untuk meninggalkan lokasi tersebut, dengan alasan lingkungan Ballo merupakan zona I dan masuk dalam jadwal kampanye Bur – Nojeng.
Juru Bicara pasangan calon Bur – Nojeng, Makmur Mustakim yang berada dilokasi meminta Syamsari bersama rombongan meninggalkan lokasi tersebut.”Sesuai jadwal, mereka harusnya beraktifitas di zona II. Maka pihak kami heran, kalau mereka menggelar acara di zona I”jelas Makmur saat dihubungi, Jumat (11/11).
Beruntung kejadian ini, tidak menimbulkan kontak fisik. Tim Advokasi Pasangan Syamsari Kitta – Achmad Se’re alias Haji De’de (SK-HD), Abdullah Hasan menyayangkan kejadian tersebut karena dianggap telah melakukan anarkisme.
“Saya kira menjadi khatib itu, bukan bagian dari kampanye, lagi pula kami sangat faham dengan aturan bahwa Masjid tidak boleh dijadikan tempat kampanye karena itu pelanggaran,” ungkap Abdullah Hasan.
Ia menambahkan jika pihak Bur-Nojeng merasa keberatan dengan hal itu sekira harus ditempuh dengan jalur yang benar bukan dengan cara meneriaki.” Saya kira persoalan Zona kampanye itu adalah domain Panwas, kan ada jalur yang benar untuk dilaporkan ke pihak Panwas, bukan dengan cara berteriak-teriak,” kesalnya.










