INIPASTI.COM, SEMAKIN menyebarnya virus corona COVID-19 di Indonesia, sayangnya semakin cepat pula penyebaran berita hoax yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) kembali merilis sejumlah fakta terkait dengan corona COVID-19.
Dalam situs resmi WHO, beberapa mitos atau kabar hoax COVID-19 diklarifikasi langsung. Dari mulai cepatnya penyebaran virus corona ini hingga obatnya yang dipercaya dapat menyembuhkan. WHO meminta semua pihak membantu menghentikan informasi yang salah dengan cara melakukan verifikasi fakta sebelum berbagi (saring sebelum sharing).
Berikut adalah 10 kabar hoax virus corona, yang sebaiknya jangan langsung dipercaya. Dilansir INIPASTI.COM dari situs resmi WHO, Senin (30/3/2020), ini dia ulasannya.
1.Virus COVID-19 dapat menular di semua iklim

WHO menyampaikan Covid-19 dapat menular di daerah dengan iklim panas dan lembab. Berdasarkan bukti saat ini, WHO mengatakan Covid-19 dapat ditularkan di semua area, termasuk daerah dengan cuaca panas dan lembab.
Apa pun iklimnya, WHO mengimbau semua pihak untuk tetap melakukan tindakan perlindungan jika berada di suatu tempat atau bepergian ke area yang terdapat kasus Covid-19.
Cara terbaik untuk melindungi diri dari Covid-19, kata WHO adalah dengan sering membersihkan tangan. Dengan melakukan itu, virus yang mungkin ada di tangan akan hilang dan menghindari infeksi yang dapat terjadi saat menyentuh mata, mulut, dan hidung.
2.Mandi Air Panas Tidak Membunuh Coronavirus baru

WHO meminta semua pihak tidak mempercayai bahwa suhu yang tinggi dapat membunuh virus corona baru atau penyakit lainnya. Mandi air panas tidak akan mencegah Anda dari virus COVID-19. WHO berkata suhu tubuh manusia normal tetap 36,5 hingga 37 derajat celcius, terlepas dari suhu eksternal atau cuaca.
Sebenarnya, mandi air panas dengan air yang sangat panas bisa berbahaya, karena bisa membakar kulit Anda. WHO menyampaikan cara paling efektif untuk melindungi diri dari Covid-19 adalah sering membersihkan tangan dengan alkohol atau mencuci tangan dengan sabun dan air.
3.Coronavirus baru TIDAK DAPAT ditularkan melalui gigitan nyamuk

Sampai saat ini belum ada informasi atau bukti yang menunjukkan bahwa coronavirus baru dapat ditularkan oleh nyamuk.
Coronavirus baru adalah virus pernapasan yang menyebar terutama melalui tetesan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, atau melalui tetesan air liur atau keluarnya cairan dari hidung. Untuk melindungi diri Anda, sering-seringlah membersihkan tangan Anda dengan gosok berbasis alkohol atau mencucinya dengan sabun dan air. Selain itu, hindari kontak dekat dengan siapa pun yang batuk dan bersin.
4.Apakah pengering tangan efektif membunuh Coronavirus baru?

Tidak. Pengering tangan tidak efektif dalam membunuh 2019-nCoV. Untuk melindungi diri dari virus korona baru, Anda harus sering membersihkan tangan dengan alkohol berbasis alkohol atau mencucinya dengan sabun dan air. Setelah tangan Anda dibersihkan, Anda harus mengeringkannya dengan menggunakan handuk kertas atau pengering udara hangat.
5.Seberapa efektif pemindai termal dalam mendeteksi orang yang terinfeksi coronavirus baru?

Pemindai termal efektif dalam mendeteksi orang yang mengalami demam (yaitu memiliki suhu tubuh lebih tinggi dari normal) karena infeksi dengan virus corona baru.
Namun, mereka tidak dapat mendeteksi orang yang terinfeksi tetapi belum sakit demam. Ini karena dibutuhkan antara 2 dan 10 hari sebelum orang yang terinfeksi menjadi sakit dan mengalami demam.
6.Bisakah menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh dapat membunuh COVID-19?

Tidak. Menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh Anda tidak akan membunuh virus yang telah memasuki tubuh Anda. Menyemprotkan zat-zat semacam itu bisa berbahaya bagi pakaian atau selaput lendir (yaitu mata, mulut).
Ketahuilah bahwa alkohol dan klorin dapat berguna untuk mendisinfeksi permukaan, tetapi perlu digunakan di bawah rekomendasi yang tepat.
7.Apakah vaksin pneumonia melindungi Anda dari Coronavirus baru?

Tidak. Vaksin terhadap pneumonia, seperti vaksin pneumokokus dan vaksin Haemophilus influenza tipe B (Hib), tidak memberikan perlindungan terhadap virus corona baru.
Virus ini sangat baru dan berbeda sehingga membutuhkan vaksin sendiri. Para peneliti sedang mencoba mengembangkan vaksin melawan 2019-nCoV, dan WHO mendukung upaya mereka.
Meskipun vaksin ini tidak efektif terhadap 2019-nCoV, vaksinasi terhadap penyakit pernapasan sangat dianjurkan untuk melindungi kesehatan Anda.
8.Bisakah konsumsi bawang putih dapat membantu mencegah infeksi Coronavirus baru?

Bawang putih adalah makanan sehat yang mungkin memiliki beberapa sifat antimikroba. Namun, tidak ada bukti dari wabah saat ini bahwa makan bawang putih telah melindungi orang dari coronavirus baru.
9.Apakah Coronavirus baru mempengaruhi orang yang lebih tua, atau apakah orang yang lebih muda juga rentan?

Orang-orang dari segala usia dapat terinfeksi oleh coronavirus baru (2019-nCoV). Orang yang lebih tua, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti asma, diabetes, penyakit jantung) tampaknya lebih rentan untuk menjadi sakit parah dengan virus.
WHO menyarankan orang-orang dari segala usia untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri dari virus, misalnya dengan mengikuti kebersihan tangan yang baik dan kebersihan pernapasan yang baik.
10.Apakah antibiotik efektif dalam mencegah dan mengobati Coronavirus baru?

Tidak, antibiotik tidak bekerja melawan virus, hanya bakteri.
Coronavirus baru (2019-nCoV) adalah virus dan, oleh karena itu, antibiotik tidak boleh digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan.
Namun, jika Anda dirawat di rumah sakit untuk 2019-nCoV, Anda mungkin menerima antibiotik karena koinfeksi bakteri mungkin terjadi. (eq)










