INIPASTI.COM – Tak bisa ditampik, kemajuan teknologi membawa pengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Meski memberikan kemudahan pada hal-hal tertentu, namun juga mendatangkan sisi negatif terutama pada hakikat manusia sebagai makhluk sosial. Ya, teknologi banyak mengambil alih kehidupan sosial manusia.
Teknologi dan gaya hidup modern tentunya berbanding terbalik dengan kehidupan masa lalu. Padahal, masa lalu belum tentu lebih buruk dari masa sekarang. Bahkan justru, hal yang dianggap jadul (jaman dulu), itu lebih bermanfaat daripada kehidupan modern saat ini.
Jika melihat ilustrasi di bawah ini, mungkin akan membuat pembaca malu sendiri, terutama bagi pemangku jabatan dan pengambil kebijakan. Banyak hal yang sudah mulai ditinggalkan karena kemajuan teknologi.
Berikut ilustrasi yang bisa membuat bernostalgia ke masa lalu yang tim inipasti.com himpun dari brilio.net dari brightside.me, karya Mariya Zavolokina:
1. Buku menjadi benda asing saat ini. Jika ada sesuatu yang ingin diketahui, selalu mengandalkan smartphone. Padahal buku adalah sumber pengetahuan dan jendela dunia.

2. Masa kecil dulu, orangtua sering memarahi anaknya karena kelamaan main di luar. Saat ini, anak susah disuruh main keluar rumah karena asyik main gadget.

3. Kerusakan lingkungan akibat pembakaran lahan atau pembabatan hutan dan lain sebagainya, membuat alam yang asri hanya bisa dinikmati dari tontonan televisi.

4. Anak jadi terabaikan karena orangtuanya sibuk dengan smartphone miliknya. Sehingga anak merasa tidak dipedulikan.

5. Menggunakan gadget berlebihan hingga tidak ada lagi yang peduli dengan sekitar. Semua sibuk dengan urusannya sendiri.

6. Wakil rakyat hanya manis di depan, tahu-tahunya korupsi. Tak ubahnya Pinokio yang sering berbohong.

7. Abad 19, lautan bersih. Jauh berbeda dengan kondisi saat ini yang menjadi lautan sampah, terutama sampah plastik.

8. Warganet menjadi hakim. Sosial media berisi dengan orang-orang sok pintar dan suka menyalahkan orang lain.

9. Kekayaan laut semakin terkuras. Banyak nelayan yang pulang dengan hasil yang kurang memuaskan karena masifnya eksploitasi.

10. Momen-momen yang sejatinya berlangsung khidmat, hanya dilakukan sebatas seremonial belaka.

(Sule)










