INIPASTI.COM, MAKASSAR- Tanaman kakao merupakan salah satu komoditi andalan Sulsel untuk sub sektor perkebunan. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Sulsel dari tahun ke tahun berupaya keras agar produksi kakao Sulsel tetap meningkat.
Sekarang ini ada 10 negara sebagai tujuan ekspor kakao. Seperti, Malaysia, Amerika Serikat, Cina India, Jepang, Korea, Singapura, Srilangka, Taiwan dan Thailand.
Ekspor biji kakao Sulsel terbesar adalah Malaysia pada 2015 sebesar 16.356,375 ton dengan nilai sebesar 45.393.801,93 US$. Sementara 2016 turun menjadi 9.231,063 ton dengan nilai sebesar 28.418.508,74 US$.
Sementara negara ekspor kakao terbesar kedua adalah Singapura, yakni volume ekspor 2015 sebesar 3.605 ton dengan nilai 7.348.402,28 US$. Dibandingkan volume ekspor 2016 sebesar 3.400 ton dengan nilai 6.868.449,99 US$.
Kemudian menyusul China, Thailand, India, Srilanka, Taiwan dan Jepang. Secara keseluruhan volume ekspor biji kakao Sulsel tertinggi 2015 mencapai 27.681,213 ton dengan nilai 72.457.306,28 US$. Dibandingkan volume ekspor biji kakao 2016 19.790,374 ton dengan nilai 56.431.286,78 US$.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulsel Firdaus Hasan dalam beberapa kali kesempatan mengatakan, pemerintah provinsi Sulsel pada 2017 telah menargetkan produksi kakao pada angka 276 ton lebih.
Firdaus mengatakan berbagai langkah telah dilakukan untuk meningkatkan produksi dan nilai tambah kakao di Sulsel. Seperti mendorong petani mengolah kakao menjadi produk jadi. Seperti menjadi cokelat dan permen.(nasrullah)










