INIPASTI.COM, MAKASSAR-Pengembangan kapas di Sulsel sangat potensial. Ada 13 daerah di Sulsel ini masuk zona pengembangan kapas. Ke 13 daerah yang dimaksud adalah Bone, Soppeng, Wajo, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, Takalar, Gowa, Maros, Pangkep, Barru, Sidrap dan Enrekang.
Di Sulsel pengembangan kapas sudah dimulai sejak tahun 1978 sampai sekarang. Pada awal pengembangan kapas di Sulsel hanya 1.018 ha dengan produksi mencapai 1.102 kg/ha.
Kemudian terjadi peningkatan areal pada tahun-tahun berikutnya, tetapi ada kecenderungan terjadi penurunan produktifitas. Pngembangan kapas di Sulsel mencapai puncaknya pada tahunv 1985 dengan areal 25.961 hav dengan produktivitas yang hanya mencapai 477 kg/ha (Disbun Sulsel 2001). Dan pada tahun 2004 pengembangan kapas di Sulsel tinggal 5.100 ha.
Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Sulsel, Ir Muhammad Arsyad Patara, MBA, yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, mengatakan, potensi pengembangan kapas di Sulsel sangat besar.Kapas ini jika dikembangkan sesuai dengan petunjuk penanaman yang benar dapat memberikan pendapatan maupun kesejahteraan bagi petani di Sulsel.
Sebagai gambaran saat ini, sebut Arsyad kebutuhan bahan baku serat kapas baru sekitar 0,5 persen yang mampu dihasilkan dalam negeri (Soeripto,1996). Ini artinya potensi pasar untuk pengembangan kapas sangat menjanjikan kesejahteraan petani dimasa mendatang.
Dikatakan, Arsyad, ada banyak peluang pengembangan kapas di Sulsel , baik itu dilihat dari faktor internal dan eksternal. Diantaranya tersedia pasar, dimana kebutuhan serat kapas untuk industri tekstil 99,5 persen masih diimpor. Kemudian di Sulsel terdapat dua unit mesin processing yang mampu memisahkan biji dengan serat kapas, masing-masing di Bulukumba dan Jeneponto.
Kapasitas giling kedua mesin mencapai hampir 40 ribu ton kapas berbiji atau setara dengan luas pengembangan 40.000 ha, dan (3). Kapas dipanen atau dijual pada saat tanaman lain sudah habis terjual, sehingga posisi kapas memberi pendapatan kepada petani pada saat tanaman lain sudah tidak diharapkan. Ini merupakan keunggulan kompratif tanaman kapas di Sulawesi Selatan.
Dan sebagai bentuk keseriusan pemerintah terhadap pengembangan kapas di Sulsel, pada anggaran perubahan September – Oktober ada tiga daerah pengembangan yang dibiayai yakni Jeneponto 1.050 ha, Takalar 200 ha, dan Gowa seluas 600 ha dengan total anggaran Rp3 miliar.(nasrullah)










