INIPASTI.COM, ATTILA menguasai kekaisaran Hun selama sembilan belas tahun. Selama berkuasa, dia menjadi musuh paling menakutkan bagi kekaisaran Romawi.
Hanya ada satu hal di dunia ini yang disenangi Attila. Hal itu adalah sensasi gairah perang: dia tidak percaya tentang konsep tahanan perang, dan dia menjatuhkan hukuman mati kepada begitu banyak orang sehingga dia dianggap sebagai kutukan yang diturunkan dari langit untuk menghukum manusia (sehingga dia diberi gelar “Attila Sang Cemeti Tuhan”).
Attila percaya bahwa kehidupan orang non-Hun tidak ada artinya. Itu sebabnya tanpa sedikitpun kebimbangan dia menghabisi nyara ratusan ribu orang: dengan cara, secara harfiah, memisah-misahkan anggota tubuh yang satu dengan bagian tubuh lain.
Attila memiliki putra-putra yang dipersiapkan untuk memenuhi satu tujuan: memperoleh jenderal perang yang dapat dipercaya! Putra kesayangannya adalah putra sulung bernama Ellac, yang kelak akan mewarisi kekaisaran sang ayah setelah mangkat. Ellac dilatih sejak usia muda mengenai seluk beluk pertempuran. Hanya saja, kekuasaannya cuma berlangsung dua tahun, sebelum dirinya disembelih dalam suatu pertempuran sebagaimana dialami ayahnya sebelumnya. Ellac tergolong cukup beruntung hidup selama itu, mengingat reputasi ayahnya yang konon suka memakan anak-anaknya sendiri!










