141 Pengungsi Wamena Asal Minang Ditampung di Kampus Unismuh Makassar

Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM) Sulsel, Wilson Abdullah sedang mendata pengungsi Wamena asal Minang saat tiba di Kampus Unismuh Makassar, Sabtu 5 Oktober 2019.-nasrullah-
Top Ad

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Sedikitnya 141 pengungsi konflik Wamena, Papua, asal Minang, Sumatera Barat, Sabtu, 5 OKtober 2019, tiba di Makassar dan ditampung di asrama mahasiswa Kampus Unismuh Makassar.

Kedatangan pengungsi Wamena asal Minang, Sumater Barat di Kampus Unismuh Makassar disambut baik oleh Rektor Unismuh Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM, Ketua BPH Unismuh, Dr Ir HM Syaiful Saleh, para wakil rektor serta Ketua Umum PWM Sulsel, Prof Dr H Ambo Asse, M.Ag serta sejumlah pimpinan wilayah Muhammadiyah Sulsel lainnya.

Kedatangan pengungsi Wamena asal MInang di Kampus Unismuh Makassar ini dimediasi oleh Ketua Ikatan Keluarga Minang Sulsel, Wilson Abdullah yang juga adalah Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Toraja Utara.

Baca Juga:  Diduga Keracunan Katering, Puluhan Mahasiswa PPG UNM Masuk Rumah Sakit

Wilson Abdullah kepada media, mengatakan, pengungsi Wamena asal Minang ini tiba di Makassar sekitar pukul 11.00 Wita dengan menggunakan kapal Cermai.

Menyambut kedatangan kurang lebih 141 pengungsi asal Minang ini telah berkoordinasi dengan Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Prof Dr H Ambo Asse, M. Ag dan Rektor Unismuh Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM untuk bisa ditampung di Asrama Mahasiswa Unismuh Makassar.

Wilson mengucapkan banyak terima kasih karena baik Ketua Umum PWM Sulsel dan Rektor Unismuh Makassar bersedia menampung pengungsi konflik Wamena asal Minang (Padang) untuk ditampung di Unismuh sekaligus menyiapkan makanan selama berada di kampus Unismuh.

Baca Juga:  Warek II UINAM : 95 Persen Dosen Tetap Bukan PNS, Alumni Luar UINAM

Terkait dengan pengangkutan tenaga medis, Wilson juga mengaku telah berkoordinasi dengan Polda Sulsel dan Kapolda Sulsel telah memerintahkan kepada Kaur Aslop Polda Sulsel untuk menangani transportasi dari Pelabuhan Makassar ke Kampus Unismuh Makassar.

Serta tim medis Polda Sulsel juga akan menangani 15 orang pengungsi yang sakit dari Kapal Ciremai dan Polda telah berkoordinasi dengan Rumah Sakit Bhayangkara.

Menurut Wilson, pengungsi asal Minang akan dipulangkan ke Sumatera Barat dengan menggunakan pesawat terbang.”Insya Allah paling lambat Selasa (8/10/2019) sudah dipulangkan semua,”janji Wilson.-nasrullah-

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.