INIPASTI.COM, GOWA – Selama 18 tahun Kabupaten Gowa tidak pernah lagi mendapatkan juara umum pada gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Tahun ini, Kabupaten Gowa kembali memberangkatkan kafilah (kontingen) untuk mengikuti ajang tersebut. MTQ ke 30 ini bakal diselenggarakan di Malili Kabupaten Luwu Timur pada 1 hingga 7 April 2018 mendatang.
Kepala Dinas Sosial, Syamsuddin Bidol mengatakan kegiatan ini dilakukan sebagai sarana seleksi dalam menggali semua potensi, bakat, dan minat bagi qari’/qariah yang tersebar di Wilayah Kabupaten Gowa. “Pelepasan kafilah ini dimaksudkan agar bagaimana para santri atau santriwati dapat menyeleksi bakat di dirinya dan sebagai bentuk pengembangan dari membaca Alquran sebagai pedoman hidup,” ungkapnya saat pelepasan di Baruga Karaeng Pattingalloang, Rabu (28/3/2018).
Selain itu, Syamsuddin membeberkan bahwa pihaknya akan memberangkatkan 60 orang ke Luwu Timur pada Jum’at 30 Maret 2018 besok. Mereka akan mengikuti 7 cabang lomba dengan 26 jenis lomba yang akan diikuti dari 46 jenis lomba.
“Jadi keseluruhan 60 orang di mana terdiri dari 30 orang peserta, 20 orang pelatih dan 10 orang pendamping, sedangkan untuk cabang lomba kami ikuti 26 jenis mata lomba dari tujuh cabang lomba itu,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni mengungkapkan penghargaannya kepada para kafilah karena telah berusaha hingga ke titik MTQ. “Penghargaan yang setinggi-tingginya bagi kafilah, semoga semuanya dapat bersugguh-sungguh dan tampil dengan baik di perlombaan tersebut sehingga apa yang diinginkan dapat tercapai,” katanya di hadapan para peserta.
Karaeng Kio -Sapaan akrab Wabup Gowa- juga menyampaikan empat hal penting. Di mana menurutnya, MTQ dilaksanakan merupakan bentuk perwujudan dari program Pemerintah Daerah. Empat hal tersebut yakni implementasi bebas buta aksara, mendorong kreatifitas guru agama, pencerahan Jum’at Ibadah yang terlaksana di setiap desa dan kelurahan, serta menumbuh kembangkan syiar Islam di masyarakat Kabupaten Gowa.
Olehnya, dirinya berharap para peserta mampu mengarahkan segala kemampuannya untuk dapat meraih yang terbaik di setiap penampilannya, pasalnya juara umum terakhir didapatkan pada tahun 2000 lalu.
“Semoga Gowa bisa kembali mengulang prestasi juara umum 1 karena yang berangkat adalah para pilihan-pilihan dari yang terbaik, dan muda2han bisa berhasil dengan baik dan pulang ke Gowa bisa sehat walafiat,” harapnya. (*)










