INIPASTI.COM, SOPPENG – 2018 menjadi tahun politik. Sulawesi Selatan (Sulsel) juga menjadi salah satu provinsi yang menggelar Pilkada serentak di beberapa daerah. Olehnya itu Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sulsel, Abd Wahid Thahir meminta agar Aparatur Sipil Negara (ASN) agar cerdas menanggapi persoalan. Statement tersebut diutarakan saat memberikan wejangan pada Rapat Kerja (Raker) Kemenag Kabupaten Soppeng di Aula Kantor Kemenag Soppeng, Minggu, (18/3/2018)
“Para pejabat dan aparatur kementerian agama harus cerdas dalam melihat, melaksanakan dan menyelesaikan sebuah persoalan, terlebih di tahun politik saat ini. Selain itu, di situasi seperti ini, ASN Kemenag wajib menjaga netralitasnya, kita semua harus tampil sebagai sosok yang memberikan ketenangan pada umat bukan malah jadi provokator, tegas Ketua Forum Kakanwil se-Indonesia ini.
Kakanwil juga menyebutkan bahwa Ada tiga rule model di Kemenag yang harus dijaga dan ditingkatkan. Di antaranya, indeks pelayanan, pembinaan dan kualitas outputnya. Seperti program penyelenggaraan haji dan umroh, pembinaan pondok pesantren dan madrasah, serta memastikan kerukunan umat beragama di wilayah kerja Kemenag terjalin baik.
“Aparatur Kemenag harus jadi referensi utama bagi instansi dan umat di mana pun bertugas, kalau perlu kita yang mewarnai setiap kegiatan yang bersentuhan dengan kepentingan publik,” harapnya.
Wahid Thahir mengungkapkan bahwa tahun ini, Menteri Agama RI mendirect 11 item program prioritas dan kegiatan inovatif yang orientasinya memihak kepada umat. Item-item tersebut, katanya, harus dilaksanakan dengan penuh semangat kekerabatan, kebersamaan dan dialogis, lintas Segmen serta kena sasaran untuk tahun 2018.
11 item tersebut adalah:
1. E-Goverment yang tujuannya memutus dan mengefesienkan mata rantai pelayanan publik.
2. SAPA (sarapan bersama Penyuluh Agama)
3. Netralitas ASN dalam Partai dan Pilkada
4. SALAM (Silaturrahmi dengan lembaga keagamaan)
5. NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam)
6. JAMARAH (Jagong Masalah Umrah dan Haji)
7. BERKAH (Belajar Rahasia Nikah)
8. MENGAJI (Mengasah Jati diri Indonesia)
9. Bina Kawasan Guru Kunjung
10. Halal Indonesia
11. Moca Cyber Team yang bertugas membendung dan meluruskan setiap berita berita Hoax terkait Kemenag.
“Jangan ada satu pun kegiatan dan program kita yang luput dari publikasi baik di media internal kita di Kemenag maupun media ekternal konvensional yang ada di sekitar kita, karena kita memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan ke publik atau umat, apa yang kita lakukan dan kerjakan, di sinilah fungsi kehumasan harus dioptimalkan,” paparnya.
Di penghujung arahannya, Kakanwil meminta, baik pejabat maupun aparatur Kemenag di mana pun berada, wajib mengetahui seluk beluk daerah yang masuk wilayah kerjanya. “Jangan sampai ada lokasi binaan yang terlewatkan sekalipun terpencil atau sulit dijangkau, ini salah satu implementasi dari wujud pelayanan prima kita,” tutupnya.
Diketahui, kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri dari para pejabat di lingkup Kemenag Soppeng seperti para Kepala Seksi, Kepala Madrasah dan Kepala KUA serta Pengawas. (*)










