INIPASTI.COM, MAKASSAR – Dari berbagai sisi, paket Agus Arifin Nu’mang dan Aliyah Mustika Ilham (Agus-Aliyah) bisa disebut sebagai paket “Jumbo” dalam sistem pemasaran. Paket yang digandrungi oleh konsumen. Dari segi geopolitik, Agus-Aliyah memiliki geopolitik yang tidak saling tumpang tindih. Agus mewakili daerah tengah dan Bugis, sementara Aliyah punya basis di daerah Makassar. Meskipun Aliyah juga bisa merebut konstituen di Luwu Raya, karena Aliyah memiliki keluarga besar di Luwu Utara, dan orangtua suaminya Ilham Arief Sirajuddin adalah salah satu tokoh dari Bone dan Enrekang. Demikian dijelaskan Dr. Muhammad Yahya, ahli Sosiologi Politik. Dengan semakin merebaknya sentimen politik Identitas, pasangan Agus-Aliyah bisa mewakili beberapa identitas yang bisa menyatu untuk mendukungnya.
“Tapi ingat, Agus dan Aliyah tidak mudah untuk dipaketkan, akan ada banyak lawan politik mereka yang akan menghalangi paket ini, baik secara internal di Partai, ataupun dari luar partai. Lihat saja sudah ada beberapa issue atau berita yang berusaha mengalihkan perhatian Aliyah untuk melirik pasangan lain atau untuk tidak bersama Agus. Tapi saya percaya Agus dan Aliyah adalah politikus yang berpengalaman, mereka pasti bisa membaca riak-riak yang sengaja diciptakan oleh lawan-lawan politiknya,” kata Yahya, Rabu (26/7).
Selain Aliyah, Agus juga membangun komunikasi yang serius dengan anggota DPR RI dari fraksi Nasdem, Luthfi A. Mutty. Apalagi Agus menilai Luthfi sebagai politikus senior yang memiliki pengalaman pemerintahan yang mumpuni, serta memiliki nyali politik yang terukur, begitu juga dengan Lutfi yang jatuh cinta terhadap gaya politik Agus yang santun, yang jauh dari tindakan KKN, dan tidak berselingkuh dengan kekuasaan. Pemimpin yang baik menurut Lutfi, tidak boleh membangun kekuasaan dengan prinsip kekeluargaan, harus profesional, dan jangan sama sekali coba-coba melakukan korupsi. Lutfi bahkan berjanji akan terus mendukung Agus, meskipun tidak ditakdirkan berpasangan dengannya. “Saya dukung Agus, meskipun bukan saya wakilnya,” urai Lutfi beberapa waktu lalu.
Yahya mengingatkan, Agus dan Alyah harus sentitif terhadap intrik politik yang sedang didesign oleh lawan-lawan politik mereka, untuk menggagalkan mereka maju sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur. “Kenapa mereka berusaha menggagalkan, karena pasangan ini dianggap sebagai pasangan yang kuat, istilah paket Jumbo dan memiliki kelebihan, serta deferensiasi yang unik dibanding dengan kandidat pasangan lainnya. Karena itu rencana memaketkan Agus dan Aliyah akan pasti digoyang-goyang,” tutup Yahya. (*/IP)










