INIPASTI.COM, MAKASSAR – Pusat Pengembangan Perfilman Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengadakan Workshop Kiritik Film & Non Kritik Apresiasi Film Indonesia 2017 di hotel Aryaduta, Senin (4/9/2017).
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu’mang. Dalam sambutannya ia mengungkapkan sangat susah menjadi pemain film.
“Jadi pemain film itu sangat susah, kita saja syuting video klip ucapat selamat idul adha butuh waktu berhari-hari, apalagi jadi pemeran, pemain yang harusnya menjiwai karakter yang dilakoninya dalam film tersebut,” ungkapnya.
Terkhusus dalam kritik film, Agus berterima kasih kepada Pusbang Film karena telah menyelenggarakan workshop film. Menurutnya sejak dua tahun terakhir, Makassar mengalami peningkatan dalam perfilman.
“Tentu kita berharap Sulsel dikenal bukan hanya produk-produk pertaniannya, tapi juga dalam perfilman, Semoga Sulsel juga bisa punya rumah perfilman seperti yang ada di Internasional,” harapnya.
Sementara itu, Wina Armada Sukardi, kritikus film mengatakan dalam kritik film saat ini sangat dibutuhkan dalam mengimbangi pesatnya pertumbuhan perfilman di Insonesia sehingga masyarakat dapat dengan cerdas menilai mana film yang baik dan mana film yang tidak layak ditonton.
“Kami ingin mengemukakakn kritik film ini seringkali salah diasumsikan. Seakan-akan kritik film ini tentang bagaimana mencela film yang ada. Padahal kritik film itu tentang memahami bagaimana film yang benar. Kalau memang filmnya bagus, katakan bagus, kalau jelek ya katakan jelek,” ujar Wina.
Sedangkan kepala Pusbang Film Kemendikbud RI, Maman Wijaya menyebutkan film berguna mengangkat harkat, dan martabat bangsa.
“Untuk itu kritikus film bisa membuat sesuatu yang beda,” pungkasnya.
Acara workshop kritik film tersebut merupakan bentuk kepedulian Pusbang Film Kemendikbud dalam rangka memperkenalkan pentingnya kritik film sebagai faktor pendukung dalam apresiasi sebuah film.
Acara ini akan berlangsung hingga 6 September mendatang. Tiap harinya workshop ini akan diisi oleh sutradara, kritikus, dan semua pelaku perfilman nasional. Selain para pelaku perfilman Makassar, acara ini juga dihadiri oleh mahasiswa perfilman, kritikua lokal makassar, dan para wartawan media yang ada di Makassar.(Ahadri)










