INIPASTI.COM, MAKASSAR – Keduanya Putera pejuang kemerdekaan RI, yang makamnya berdampingan di TMP Panaikang. Agus Arifin Nu’mang adalah putera Kol (purn) Arifin Nu’mang, mantan Bupati Sidrap selama 12 tahun. (1966-1978). Tanribalo Lamo adalah putera Letkol (purn) Ahmad Lamo, mantan Gubernur Sulsel (1966-1978)
Kedua putera mereka juga berpengalaman menjalankan roda pemerintahan di Provinsi Sulawesi Selatan. Agus Arifin Nu’mang wakil gubernur (2008- 2018), sementara Tanribali Lamo penjabat Gubernur atau Caretaker Gubernur Sulsel (2008).
Seperti kedua orang tua mereka, Keduanya bersih, tak pernah terindikasi terlibat KKN sepanjang karir mereka berdua. Agus yang memulai karier sebagai Dosen, lalu memimpin Legislatif dan terakhir di Birokrasi. Demikian juga Tanribali Lamo yang mengawali karier di dunia militer, hingga menjadi Dirjen di kementerian Dalam Negeri. Bahkan dalam laporan LHKPN Agus tercatat sebagai Cagub Sulsel yang memiliki harta paling sedikit di antara calon lainnya.
Darah pejuang kemerdekaan yang mengalir pada diri Agus Arifin Nu’mang dan Tanribali Lamo, membuat mereka tidak mudah menyerah. Hal ini mereka buktikan dalam kontestasi Pilgub Sulsel, kedua pasangan ini tetap berjuang merebut dukungan partai hingga batas akhir pendaftaran, yang akhirnya membuahkan hasil mengantarkan mereka menjadi salah satu peserta di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2018. Mereka diusung oleh partai-partai Islam PBB, PPP dan partai nasionalis Gerindra, seperti karakter mereka yang turun dari keduanya yakni Nasionalis-Religius.
Agus Arifin Nu’mang mahasiswa tauladan Unhas mengawali kariernya sebagai dosen di almamaternya, lalu Ia mengabdi sebagai anggota legislatif dan menjadi ketua di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan. Setelah sepuluh tahun mengabdi sebagai wakil rakyat, masyarakat Sulsel mempercayakannya sebagai wakil gubernur bersama gubernur Syahrul Yasin Limpo selama dua periode.
Sementara pasangannya Mayjend (purn) Tanribali Lamo, adalah seorang Birokrat yang mengawali kariernya di Militer. Setelah menyelesaikan pendidikan AKABRI, Ia ditempatkan di berbagai kesatuan dan penugasan yang terakhir adalah Asisten Personalia Kepala Staff Angkatan Darat (KSAD). Lalu akhirnya Ia diangkat menjadi Direktur Jendral Kesbangpol di Departemen Dalam Negeri. Ia dipercayakan menjadi pejabat sementara atau Carataker di beberapa Provinsi selama masa peralihan. Sulawesi Selatan adalah salah satu dari empat provinsi yang dipercayakan menjabat sementara kepadanya.
Selain pengalaman yang mumpuni, masyarakat juga bisa melacak rekam jejak mereka selama menjalankan amanah. Sangat sulit mencari sosok seperti Agus Arifin Nu’mang yang selama 10 tahun di DPRD dan 10 tahun di pemerintahan, tak pernah terdengar selentingan kabarnya tersandung KKN. Kekayaan suami Rektor Universitas Islam Makassar yang terkenal dekat dengan ulama ini adalah yang terkecil dari semua calon gubernur yang ada. Setali tiga uang dengan Tanribali Lamo birokrat militer yang sederhana.
Maka tak berlebih bila mengatakan pasangan Agus-Tanribali adalah Solusi Keberlanjutan Pembangunan di Sulawesi Selatan. Selain terlibat langsung dalam proses pembangunan di Sulsel, mereka sudah sangat paham permasalahan dan solusi yang harus dilakukan, untuk menjamin Sulsel berkembang lebih Bagus. Mereka menawarkan konsep pengembangan kawasan LABUBA MALABO untuk menuju Sulsel sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintahan yang Berkeadilan, serta Masyarakat yang Berkeadaban.
Yakinlah keduanya akan tetap menjalankan amanah, seperti yang telah mereka tunjukkan selama ini, bahkan yang telah dilakukan oleh kedua orang tua mereka yang memegang teguh prinsip kemiliteran “SETIA HINGGA AKHIR”.
#Lanjutkan Pembangunan
#Agus-Tanribali
(tim sulselbagus)










