Ahok, Sadiq Khan, dan Iradah Allah

Muhammad Zaiyani

INIPASTI.com – Lahir ke dunia adalah given atau takdir, karena kita tidak bisa memilih dari rahim mana kita dilahirkan demikian pula Ahok dan Sadiq Khan. Tidak pula Mukidi, Amien Rais, Maya Estianti, Yusril, Lulung, Rizal Ramli, Prijanto, Ahmad Dani, Markonah, Rizieq Shihab, Wulan Jameela, ataupun Markibun. Dengan demikian mempermasalahkan Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan adalah melawan takdir Allah Azza Wa Jalla dan bertentangan dengan Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 22 dan Surah Al-Hujurat ayat 13.

Surah Ar-Rum 22 : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui”.

Inline Ad

Surah Al-Hujurat 13 : “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

Atas izin Allah Azza Wa Jalla hari ini seorang nasrani bernama Ahok (2014) dan seorang muslim bernama Sadiq Khan (2016) masing-masing menjadi gubernur DKI Jakarta dan walikota London (Inggris). Pemimpin muslim lainnya yang juga atas izin Allah Azza Wa Jalla menjadi walikota di negara non-muslim adalah : (1) Mohammed Hameeduddin Walikota Teaneck, New Jersey, Amerika Serikat (2010); (2) Jilani Chowdhury Walikota Islington Inggris (2012 ; (3) Ahmed Aboutaleb Walikota Amsterdam, Belanda (2008); (3) Muhammad Abdullah Salique Walikota Tower Hamlets, London Raya (2008); (4) Naheed Kurban Nenshi muslim syiah Walikota dua periode Caglary, Canada (2010). Akan kah hal ini terjadi dengan sendirinya? Tentu tidak, karena sebagai seorang muslim kita yakin bahwa semua ini terjadi atas izin Allah Azza Wa Jalla. Tidak ada satu pun di alam ini yang terjadi secara kebetulan. Dalam surah Ar-Ra’d 2 : “… Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya)….”.

Baca Juga:  Gelar Perkara Terbuka Kasus Ahok, Yusril: Agar Mudah Dilakukan Pengawasan

Baik Shadiq Khan maupun Ahok sampai saat ini telah menjalankan tugasnya dengan baik. Tidak mementingkan suku, agama, ras, dan golongannya, melainkan mengutamakan kesejahteraan rakyatnya masing-masing. Sadiq Khan mengatakan : “Saya bukan pemimpin atau juru bicara Muslim. Saya adalah wali kota London, dan saya berbicara untuk semua warga London”. Hal yang kurang lebih sama diucapkan oleh Ahok : “Saya bukan gubernur melainkan Chief Executive Officer (CEO)-nya orang Jakarta”. Pada kesempatan lain beliau juga berkata “Kita harus transparan seperti Nabi Muhammad yang mempunyai sifat Siddiq, Tabligh, Amanah, dan Fathonah”. Sehingga tidak salah kiranya seorang ulama dan cendekiawan muslim Gus Dur berkata : Ahok adalah muslim tapi belum dapet hidayah karena hidayah milik Allah”.

Baca Juga:  Menanglah dengan Cara Terhormat Maka Kekalahan akan Diterima dengan Elegan

Jika kita (biasanya) berucap bahwa Sadiq Khan dan pemimpin muslim lainnya menjadi walikota pada beberapa negara non-muslim adalah karena takdir dan iradah Allah Azza Wa Jalla, maka Ahok menjadi bupati Belitung dan gubernur DKI Jakarta harus dipandang juga sebagai karena takdir dan iradah Allah Azza Wa Jalla juga bukankah begitu? Dalam surah Al-An’am 59 dikatakan : “… dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam Lauh Mahfudz”.

Demikianlah Allah Ta’ala memiliki Sifat Iradah (Maha Berkehendak). Kehendak-Nya mutlak sedangkan kehendak manusia relatif. Jika Allah Azza Wa Jalla mengijinkan, kehendak manusia akan terlaksana. Sebaliknya jika Dia tidak mengijinkan, maka kehendak itu tidak akan terlaksana. Hal ini berlaku dalam segala urusan, termasuk dalam praktik sihir sekalipun. Sihir tidak akan terlaksana, selain hanya dengan ijin Allah Azza Wa Jalla. Dalam Surah At-Thalaaq 3 : “Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh Allah telah menetapkan takdir atas segala sesuatu’.

Baca Juga:  Kisruh Kerajaan Gowa, Ekspansi Kekuasaan Politik Zero Sum Game

Wallahu a’lam bish-shawabi

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.