INIPASTI.COM, MAROS – Destinasi wisata air terjun merupakan destinasi yang banyak digemari oleh wisatawan. Udara sejuk dan air yang menyegarkan, serta jauh dari hiruk pikuk kota menjadi salah satu alasannya. Begitu pula dengan Air Terjun Lacolla yang berjarak kurang lebih 76 kilometer dari pusat Kota Makassar.
Air Terjun Lacolla adalah air terjun bertingkat yang terdapat di Dusun Malaka, Desa Cenrana Baru, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Dari perbatasan Makassar-Maros, wisatawan harus menempuh perjalanan sejauh 43 kilometer di jalan poros Makassar-Bone (Camba, Maros) sebelum akhirnya menemui petunjuk arah ke air terjun. Dari petunjuk arah yang berada di pinggir jalan poros tersebut -tepatnya jalan masuk kecamatan Cenrana- perjalanan masih harus dilanjutkan sejauh 9-13 kilometer.

Dalam perjalanan, wisatawan akan menemui Bukit Kanari yang juga merupakan objek wisata. Dari bukit tersebut, waktu tempuh sekitar 10-15 menit lagi sampai ke tempat parkir air terjun tersebut. Jika telah menemui Kantor Desa Cenrana Baru yang tak jauh dari SMP Negeri Satu Atap Malaka, wisatawan tidak perlu khawatir kesasar. Karena sepanjang perjalanan, wisatawan akan menemui petunjuk arah yang dibuat oleh Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin (Unhas).

Namun perjuangannya belum berakhir di situ. Dari tempat parkir, wisatawan masih harus berjalan kaki dari atas bukit sepanjang kurang lebih 300 meter. Wisatawan harus menuruni 1001 anak tangga. Setelah menuruni anak tangga tersebut, rasa capek dan lelah para pengunjung akan terbayar dengan keindahan air terjun bertingkat 4 ini. Selain air terjun yang bertingkat tersebut, di sisi lain, terdapat pula satu air terjun yang sama dengan air terjun pada umumnya.

Pengunjung jangan senang dulu. Karena secara logika, jika bicara tentang tangga, perjuangannya tentu bukan saat menuruninya, akan tetapi terasa saat kita menaikinya. Jadi, penulis sarankan, jika hendak berkunjung ke Air Terjun Lacolla, wisatawan harus menyiapkan tenaga ekstra. Tentunya harus dalam keadaan fit dan sehat.

Disarankan pula, agar wisatawan membawa bekal dan tidak menghabiskan bekalnya itu saat berada di air terjun. Karena bekal tersebut (terutama air minum) akan sangat dibutuhkan saat menaiki 1001 anak tangga atau saat meninggalkan air terjun tersebut.

Pesan terakhir, tetaplah jaga kebersihan. Jangan merusak tanaman atau pepohonan. Jangan buang sampah sembarangan, apalagi buang ke dalam air berupa sampah plastik. (Sule)










