INIPASTI.COM, MAKASSAR – Dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, aksi 1717 Dzikir dan doa bersama, berlangsung dengan damai,di Masjid Al Markaz Al Islami Makassar, Kamis, (17/8/2017).
Acara yang mengambil tema ‘Untuk Indonesia yang Lebih Berkasihsayang‘ diprakarsai oleh Kodam XIV Hasanuddin dihadiri oleh ribuan jemaah yang sebagian besar didominasi oleh perwira tinggi dan prajurit TNI dan Polri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Sulsel dan Ketua MUI Sulsel.
Panglima Kodam XIV Hasanuddin Mayjend TNI Agus Surya Bakti dalam kesempatan tersebut membacakan sambutan Panglima Besar TNI menegaskan jika kegiatan ini merupakan bentuk kesyukuran kita sebagai anak bangsa yang telah dianugerahi oleh Allah SWT.
“Sebuah nikmat tak terhingga yakni Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan anugerah tersebut harus dijaga dan dipertahankan,” ungkapnya.
Ia pun mengatakan bahwa TNI dan Polri bertekad bulat untuk menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai titik darah penghabisan.
“Sebagai bentuk patriotisme dan kecintaan akan harta warisan berharga dari para pahlawan dan syuhada yang bernama Indonesia,” tegasnya.
Senada dengan Panglima Kodam XIV Hasanuddin, Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono juga mengimbau agar seluruh anak bangsa saat ini bisa menghargai ikhtiar atau usaha keras para Pahlawan dan pendahulu kita dalam membebaskan Indonesia dari penjajahan.
“Dan telah berikhtiar dalam membangun Indonesia yang sampai sampai saat ini masih berdiri kokoh sebagai negara terkuat di dunia,” pungkas Muktiono.
Anregurutta KH Sanusi Baco selaku Ketua MUI Sulsel saat memberikan tausiyahnya memaparkan bahwa kemerdekaan atau istilah agamanya istiqlal merupakan rahmat terbesar bagi masyarakat Indonesia.
“Olehnya itu, mari kita jaga bersama negara tercinta ini dengan penuh keimanan dan nilai nilai keagamaan yaitu ukhuwah wathaniyah, karena cinta kepada tanah air atau negara merupakan sebagian dari iman,” papar Sanusi Baco.
Gema lantunan Al Quran, zikir, dan doa bersama ini dipandu oleh para Hafidz (Penghafal Al-Qur’an) binaan yayasan Al Markaz Al Islami dan diikuti oleh ribuan jemaah yang menyesaki seluruh bagian masjid terbesar di Sulsel ini.
(Ahadri/Inipasti)










