INIPASTI.COM, Birmingham, 12 Maret 2025— Turnamen bulutangkis tertua dan paling bergengsi di dunia, YONEX All England Open 2025, lagi panas di hari kedua, Rabu, 12 Maret. Babak 32 besar masih jadi panggung buat para pebulutangkis top dunia, termasuk wakil Indonesia yang berjuang di Utilita Arena Birmingham. Dari kemenangan gemilang sampai kejutan pahit, berikut apa yang lagi terjadi di lapangan.
Indonesia Cetak Kemenangan di Hari Pertama
Hari pertama, 11 Maret, jadi pembuka manis buat Indonesia. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, unggulan keempat dan juara bertahan dua kali, menang solid atas Chen Bo Yang/Liu Yi dari China, 21-16, 21-18, dalam 38 menit. “Kami main sabar dan kontrol permainan,” kata Fajar ke PBSI. Ganda putra lain, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, juga lolos ke 16 besar usai kalahkan Christo Popov/Toma Junior Popov dari Prancis, 21-17, 21-14. Di ganda putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi (Ana/Tiwi) bikin bangga dengan kemenangan cepat 21-12, 21-10 atas Laksika Kanlaha/Phataimas Muenwong dari Thailand dalam 29 menit. Jonatan Christie, unggulan 5 tunggal putra, dapat bye ke 16 besar karena Anthony Sinisuka Ginting mundur akibat cedera kaki.
Hari Kedua: Kemenangan dan Tantangan
Hari ini, 12 Maret, lima wakil Indonesia turun di babak 32 besar, dan hasilnya mulai terlihat sore ini waktu Birmingham (malam WIB). Gregoria Mariska Tunjung, unggulan 8 tunggal putri, menang atas Supanida Katethong dari Thailand, 21-18, 21-15, dalam laga ketat 45 menit—langkah awal yang kuat buat Jorji. Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana juga lolos ke 16 besar setelah hajar Mark Lamsfuss/Marvin Seidel dari Jerman, 21-16, 21-13, dalam 33 menit. “Kami coba main cepat dan nggak kasih lawan berkembang,” ujar Fikri.
Tapi, nggak semua berjalan mulus. Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti kalah dari Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia) di ganda putri, 18-21, 21-19, 15-21, setelah perjuangan 68 menit. Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati, satu-satunya ganda campuran Indonesia, juga tersingkir usai dikalahkan Mathias Christiansen/Alexandra Bøje dari Denmark, 16-21, 19-21, dalam 40 menit. Dua kekalahan ini jadi catatan buat evaluasi.
Kejutan di Lapangan Lain
Bukan cuma Indonesia yang rame, Bang. Lee Zii Jia, mantan juara 2021 dari Malaysia, tersingkir cepet di babak 32 besar oleh Ng Ka Long Angus dari Hong Kong, 19-21, 18-21. Ganda putra top Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, juga tumbang melawan Ben Lane/Sean Vendy dari Inggris, 21-18, 16-21, 19-21, meski sempet unggul di game pertama. Ini jadi kejutan besar, apalagi Aaron/Wooi Yik peringkat 3 dunia. Lakshya Sen dari India, sementara itu, buka langkah mulus dengan kemenangan atas Rasmus Gemke (Denmark), 21-17, 21-14.
Situasi Sekarang
Sampai sore ini, babak 32 besar belum selesai semua. Dari 9 wakil Indonesia yang main di dua hari ini, 5 udah lolos ke 16 besar: Fajar/Rian, Leo/Bagas, Ana/Tiwi, Jonatan, dan Fikri/Bagas. Dua tersingkir (Apri/Fadia, Rehan/Lisa), dan dua lainnya (Gregoria udah menang, Ginting mundur). Turnamen Super 1000 ini, dengan hadiah US$1,45 juta, masih panjang—besok, 13 Maret, babak 16 besar mulai, dan final di 16 Maret. Indonesia punya kans besar, terutama lewat Fajar/Rian yang kejar hattrick. (Dito-G)










