INIPASTI.COM, MAKASSAR- Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulsel telah mengalokasikan bantuan benih padi inbrida tertinggi 2015, yakni 570,000 kg untuk 16 kabupaten/kota. Dibandingkan tahun anggaran 2016 hanya mencapai 484,125 kg sedangkan tahun anggaran 2017 hanya dialokasikan bantuan benih 250,000 kg.
Komposisi bantuan, pada 2017, ada 17 kabupaten yang tidak mendapatkan bantuan benih dan hanya 7 kabupaten yang mendapatkan, yakni Takalar 25,000 kg), Pangkep (37,000 kg), Selayar ( 25,000 kg), Bulukumba (50,000 kg), Pinrang (37,000 kg), Luwu Timur (50,000 kg) dan Palopo (25,000 kg).
Sementara pada tahun anggaran 2016 alokasi bantuan benih APBD-1 , terdapat 13 kabupaten yang tidak mendapatkan alokasi bantuan benih padi inbrida dan hanya 11 kabupaten yang memperoleh bantuan yakni, Jeneponto ( 25,000 kg),Gowa (41,250 kg), Maros (12,500 kg), Pangkep (9,375 kg), Barru (20,000 kg), Selayar (25,000 kg), Bone (193,750 kg), Sinjai (25,000 kg), Bulukumba (77,500 kg), Pinrang (11,000 kg) dan Luwu Timur (43,750 kg).
Dan alokasi bantuan benih APBD-1 T.a 2015 untuk ( padi hibrida, hanya empat kabupaten yang memperoleh bantuan benih yakni Maros ( 7,500 kg), Pangkep (7,500 kg), Bone (7,500 kg) serta Enrekang (7,500 kg).
Luas areal penanaman benih padi inbrida 2015 ( 22,800 ha), 2016 ( 19,365.00 ha) dan 2017 ( 10,000 ha). Sementara untuk penanaman benih padi hibrida pada 2015 hanya 2,000 ha (nasrullah).










