Anfield Stadium Masih Angker, Berlakukah Bagi Atletico Madrid?

Laga Liga Champions Eropa Liverpool vs Atletico Madrid akan digelar di Stadion Anfield, 2 Maret 2020. (Foto: Hilman).

INIPASTI.COM, ANFIELD – Tim manapun belum ada yang mampu menumbangkan Liverpool di kandangnya pada musim ini. Musim lalu pada leg 2 Liga Champions Eropa, Raksasa Catalans Barcelona yang menjadi korban keangkeran Stadion Anfield. Kala itu, Lionel Messi dkk takluk 4-0 dari The Reds.

Pada 2 Maret mendatang, giliran Atletico Madrid yang akan merasakan the “power of Anfield” yang diyakini bisa menyihir setiap tim tamu yang bertandang.

Inline Ad

Di sisi lain, Pelatih Atletico Madrid Diego Semeone dikenal sebagai karakter keras kepala. Dia tentu telah membentuk tim keras kepala pula. Hal itu diterapkannya kepada Atletico Madrid semenjak mulai bergabung pada 2012 lalu. 

Baca Juga:  Dua Kipernya Cedera, Juara Piala Indonesia Ditundukkan Juru Kunci Liga 1

Merespon leg 2 Maret mendatang, Semeone memperingati lawannya, Liverpool. Walaupun peringatan itu tidak dilontarkan langsung, tetapi hal itu bisa dilihat dari rekor pelatih berpaspor Argentina ini selama menukangi Los Colchoneros (julukan Atletico Madrid) di Liga Champions. Di mana selama ini, setelah melewati fase penyisihan grup, timnya tidak pernah kalah.

Namun, keangkeran Anfield Stadium akan membayangi Pelatih Semeone. Karena telah banyak yang menjadi saksi keangkeran kandang Liverpool itu. Seperti pengakuan mantan punggawa Arsenal Mikel Arteta.

Dia mengungkapkan pengalaman saat masih berseragam Everton. Selama enam tahun di sana, dirinya tidak pernah menang ketika bermain di Anfield Stadium, seperti yang dikutip dari Suara.com “Sangat sulit mengalahkan mereka (Liverpool di Anfield),” tukas Mikel Arteta

Baca Juga:  Jelang Leg Kedua di Anfield, Atletico Madrid masih Alami Trauma

“Sepanjang karier saya sebagai pemain, Anfield adalah satu-satunya lapangan di mana saya merasa seperti dipenjara, merasa buntu,” tambahnya.

“Itu pernah terjadi pada saya ketika saya masih membela Arsenal, Dan kami kebobolan lima gol. Anda berkata: ‘saya tidak tahu apa yang terjadi, hentikan pertandingan, tolong sebab saya tidak tahu berada di mana’,” tutup pria 37 tahun itu.

(Muslimin Bando)

Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.