Anggap Islam Sedang Diobok-obok, Tengku Zul: Makin Hari Makin Sontoloyo Saja

Tengku Zulkarnain tentang Kontroversi Salam Pancasila.

INIPASTI.COM, JAKARTA – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi kembali mendapat sorotan. Setelah menjadi Tim Penguji yang meloloskan Disertasi ‘Zina Halal’ dan pernyataannya tentang ‘Agama Musuh Pancasila’, sekarang ini nama Rektor UIN Sunan Kalijaga itu ramai diperbincangkan dengan kontroversi barunya.

Yudian Wahyudi kembali membuat publik geger dengan mengusulkan ‘Assalamualaikum’ diganti dengan ‘Salam Pancasila’. Banyak penolakan dari berbagai pihak terkait hal tersebut. Di antaranya dari Mantan Ketum PBB MS Kaban dan Mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu.

Inline Ad

Di kalangan ulama juga demikian, sudah banyak yang memberikan komentar terkait pernyataan kontroversial Yudian ini. Tak ketinggalan Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan MUI Tengku Zulkarnain.

Tengku Zul -sapaan akrabnya- sangat menyayangkan hal tersebut. Dirinya pun merasa miris dan menganggap bahwa agama saat ini sedang ingin dirusak oleh beberapa oknum.

Baca Juga:  IDUL ADHA: Studen Mall dan Asmadina Potong Dua Ekor Hewan Kurban

“Setelah 74 tahun merdeka, sekarang ini agama kita betul-betul diobok-obok, betul-betul dirusak. Saya tidak memfitnah. Baru saya baca, Ketua BPIP buat ulah lagi. Dia mengusulkan supaya ‘Assalamualaikum’ diganti dengan ‘Salam Pancasila’. Kok negara ini kayak pramuka yah, ‘Salam Pramuka, prok, prok, prok’. Makin hari makin sontoloyo saja,” ujarnya di akun YouTube tengkuzulkarnain_official yang di-posting pada 21 Februari 2020 kemarin.

Dirinya pun menjelaskan bahwa dalam agama Islam, salam itu merupakan syariat. Menyebarkan salam adalah perintah Rasulullah Muhammad SAW yang katanya diriwayatkan oleh Bukhari Muslim. 

“Dalam Kitab Bulughul Maram, lafaz salam itu Nabi ajari. ‘Assalamualaikum’ dapat 10 pahala. ‘Assalamualaikum warahmatullah’ dapat 20 pahala. ‘Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu’ dapat 30 pahala. Ini Nabi yang bilang,” jelasnya.

Selain itu, Tengku Zul juga mengungkapkan hukum fikih Islam terkait memberi dan menjawab salam. “Kata Nabi, memberi salam hukumnya sunnah, menjawab salam hukumnya wajib. Nah, kalau sudah cerita sunnah, wajib, makruh, halal, haram, itu namanya syariat Islam,” tegasnya.

Baca Juga:  Menhub Kembali Tinjau Jalur Kereta Api Lintasan Tonasa - Garongkong

Olehnya, ia kembali menyesalkan adanya usulan dari Kepala BPIP Yudian Wahyudi tersebut. Seandainya, kata dia, bukan agama yang melarang, dirinya sudah melampiaskan amarahnya kepada Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu. 

Dia pun menyatakan siap membela agama daripada sekadar menjadi pejabat negara. Karena menurutnya, dunia ini sama sekali tidak berarti.

“Apa artinya dunia ini? Tidak ada apa-apanya dunia ini. Saya sudah jalan 36 negara, tidak enak dunia ini. Lebih enak dikubur kalau mati saleh. Daripada jadi anggota BPIP, lebih bagus mati membela agama,” tukasnya.

Baca Juga:  Mensos Pimpin Apel Kebangsaan di Masamba

(Sule)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.