INIPASTI.COM, MAKASSAR- Penghematan anggaran yang dilakukan pemerintah pusat yang akhirnya berdampak pada keberlangusngan sejumlah kegiatan di Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa dan Kelurahan.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa dan Kelurahan (BPMPDK), Mustari Soba menjelaskan akibat dari pemotongan anggaran di Kementerian Desa, pihaknya harus menunda beberapa kegiatan termasuk peningkatan aparatur desa.
Menurutnya, peningkatan aparatur desa ini sangatlah penting terutama dalam pengelolaan dana desa.”Saat ini dari sekitar 7000 aparatur desa, dan yang baru dilatih 6000 orang. Mereka ini juga harus dilatih agar ilmu yang diajarkan tidak dilupakan,” kata Mustari, ditemui di ruangan kerjanya, Rabu (26/10/2016).
Ia menambahkan, khusus pelatihan aparatur desa ini anggaran terpangkas Rp4 miliar. Pihaknya berupaya agar pada tahun 2017 mendatang kegiatan ini bisa terlaksana.
“Tahun ini , kami mau menyelenggarakan tapi terbentur anggaran. Pemerintah pusat sudah berjanji akan segera memberikan di 2017,” paparnya.
Mustari menyebutkan masalah kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) , memang harus ditingkatkan apalagi mereka yang mengelola dana desa ini untuk kepentingan wilayahnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2016, mendapat jatah anggaran Rp1,425 triliun, dan saat ini yang sudah terserap Rp948 miliar dari rekening kas umum daerah ke kas desa.










