INIPASTI.COM, MAKASSAR – Setelah melewati area sterilisasi, Jemaah Calon Haji (JCH) sudah tidak diperkenankan lagi berinteraksi dengan lingkungan luar. Terutama bersentuhan, apalagi berpelukan dengan orang lain. Peraturan itulah yang dijaga oleh Anggota Kepolisian yang menjadi pengamanan haji Embarkasi Makassar.
Namun, saat pemberangkatan JCH Kloter 7 Embarkasi Makassar, Rabu, (2/8/2017), ada anggota keluarga JCH yang menerobos masuk. Anggota polisi yang bertugas pun mencoba menghalanginya. Tapi ternyata orang itu malah mendorong Polisi Wanita (Polwan) itu.
“Di sini sudah area steril. Tidak boleh lagi jemaah haji bersentuhan dengan keluarganya. Tadi itu dia ingin memeluk jemaah, anggota saya yang Polwan itu menghalangi, eh dia malah mendorong anggota saya itu,” ujar Kepala Pasukan Pengendali (Padal) II, Kompol Karsidi saat dikonfirmasi oleh tim inipasti.com.
Kompol Karsidi pun mengaku langsung melerai keduanya. Mereka juga sempat beradu mulut. Dari adu mulut itulah, Kompol Karsidi mengatakan bahwa orang tersebut mengaku anggota TNI.
“Saya tanya, kita (Anda,red) dari mana. Dia jawab saya tentara. Dia bilang namanya Kopral Muhdar anggota PS AD,” ceritanya.
Namun, secara tegas, Kompol Karsidi mengatakan bahwa baik polisi maupun tentara, tetap ada aturannya. Ia menjelaskan bahwa ia harus menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Di mana untuk pengamanan haji, ia dan anggotanyalah yang ditugaskan. (Sule)










