INIPASTI.COM, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Dinas Sosial menggelar Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kegiatan ini dilakukan untuk mempertajam penyelerasan dan klarifikasi atas usulan, masukan dan harapan terhadap program-program dan kegiatan, indikator, target sasaran, pagi indikatif dan lokasi kegiatan sesuai dengan kewenangan dalam rangka mencapai tujuan dan penyelarasan perangkat daerah sesuai tujuan dan fungsinya.
Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo berharap dari kegiatan menghasilkan satu masukan dalam membangun perencanaan yang lebih konkrit dan realistis, sangat terukur termasuk pada hal masalah kesejahteraan sosial.
“Ini harus membangun perencanaan yang lebih konkrit dan realistis, sangat perlu terukur, terkait apa saja, termasuk masalah kesejateraan sosial,” kata Syahrul, dalam Forum OPD Selasa (20/3/2018)
Selain itu, harus ada target yang tercapai, mulai dari desa, kecamatan, kabupaten-kota dan provinsi. Semua agar jelas arahnya, semua target terperinci.
Ia pun menambahkan dalam forum ini, menargetkan penurunan angka kemiskinan satu hingga dua persen walapun hal ini tidak mudah. “Saya tadi menargetkan untuk turun satu sampai dua persen lagi angka kemiskinan dan kerawan sosial kita. Dua persen itu tidak gampang, dan itu cukup besar,” ujar Syahrul
Diketahui, berdasarkan data BPS Persentase penduduk miskin Sulsel perse September 2017 sebesar 9,48 persen.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan Andi Ilham Gazaling menyebutkan, terkait teknis dengan Dinas Sosial kabupaten-kota, serta telah didapatkan data kesimpulan dari data yang diperoleh.
“Ini akan menjadi dasar untuk mengambil keputusan yang yang efektif dan tepat sasaran,” ucapnya.
Andi Ile sapaan akrabnya juga menyebutkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir upaya optimal telah dilaksanakan oleh Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan guba meningkatkan taraf hidup masyarakat Sulawesi Selatan.
Diantaranya, penurunan penduduk miskin sebanyak 504.225 jiwa, seperti, melalui Pelaksanaan Pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama (Kube) sebanyak 92.760 jiwa (2.409 Kube) dalam rangka penurunan kemiskinan melalui Program Penanganan Fakir Miskin Pedesaan dan Perkotaan.
Penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial sebanyak 75.756 jiwa. Penguatan potensi sumber kesejahteraan sosial (PSKS) melalui Lembaga Kesejateraan Sosial (LKS) dan Organisasi Sosial sebangak 14 Lembaga atau 8.680 jiwa melalui program pemberdayaan sosial peroarangan, keluarga dan kelembagaan masyarakat. Dan membangun fasilitas sosial dan kerjasama dengan pihak swasta
(Iin Nurfahraeni)










