INIPASTI.COM, MAKASSAR – Badan Pusat Statistik ( BPS) Sulawesi Selatan, telah merilis terjadi peningkatan angka kemiskinan, di mana per September 2017 lalu, mencapai 825,97 ribu jiwa, atau sekitar 9,48 persen
Dibanding tahun 2016 lalu, ada kenaikan sebanyak 0,24 persen.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menyatakan pihaknya akan memeriksa data tersebut.
“Saya akan melakukan pengchekan dulu, karena kami butuh data yang akurat dari Kabupaten, di mana saja kemiskinan ini terjadi,” kata Syahrul Rabu kemarin
Menurutnya, data yang dikeluarkan oleh BPS ini agak paradoks dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi Sulsel yang berada diatas rata-rata nasional.
“Sebenarnya ini agak paradoks, karena pertumbuhan perekonomian yang baik. Pendapatan rakyat sesuai datanya meningkat. Nah, angka kemiskinannya kok meningkat?” Ujar Syahrul.
Namun, Syahrul menyikapinya dengan tenang, dan meminta agar masalah kemiskinan menjadi perhatian, khususnya pemerintah daerah yang terkait dengan masalah kemiskinan, agar terus berupaya dalam meningkatkan taraf hidup rakyat. Serta membuat program yang sasarannya jelas, langsung pada pada tingkat kesejahteraan masyarakat.
“Tapi sekali lagi, data ini bisa dijabarkan lebih detail lagi,” pungkasnya.
Namun secara umum, persentase kemiskinan Sulsel masih di bawah angka kemiskinan nasional yang mencapai 10,12 persen. (Iin Nurfahraeni)










