INIPASTI.COM, Bandung – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menghadiri acara penuh makna di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Sabtu malam, 8 Maret 2025. Dalam kesempatan tersebut, Anies menyampaikan apresiasi kepada Rektor ITB, Prof. Tatacipta, civitas akademika @itbofficial, serta panitia dari @salmanitb yang telah bekerja keras menghadirkan sebuah ruang diskusi intelektual. Acara ini, menurut Anies, bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah “perjalanan pemikiran” yang mempertemukan gagasan-gagasan untuk mengakar dan membawa perubahan bagi bangsa.
Dalam cuitannya di platform X pada 9 Maret 2025, Anies menegaskan bahwa ilmu dan pikiran kritis merupakan pilar utama yang menjaga demokrasi tetap tegak. “Demokrasi tak bisa hidup di tengah ketidaktahuan dan ketidakacuhan. Ia butuh masyarakat tercerahkan, yang berani bertanya, memahami, dan melihat dari berbagai sisi,” tulisnya. Ia juga mengajak generasi muda untuk aktif terlibat menjaga demokrasi, dengan menyebut bahwa perubahan hanya lahir dari mereka yang berani melangkah dan menyalakan cahaya harapan.
Anies menggambarkan kampus sebagai “mercusuar ilmu” tempat kebijaksanaan tumbuh, dan khususnya di ITB, ia melihat perpaduan antara ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan. Kehadiran mahasiswa dan jamaah yang antusias bertanya serta merenung bersama menjadi bukti bahwa ruang intelektual dan kritis masih hidup di kalangan generasi muda.
Acara ini juga mendapat sambutan hangat dari peserta. Anies memuji dedikasi panitia serta semangat mahasiswa yang hadir, yang menurutnya menjadi energi perubahan bagi bangsa. “Jangan biarkan pesimisme mengaburkan pandangan. Jaga asa dan optimisme sebagai cahaya yang membawa kita melangkah lebih jauh,” pesannya dalam salah satu cuitan.
Pertemuan di ITB ini diharapkan Anies bukan sekadar jejak satu malam, melainkan menjadi pemantik langkah konkret ke depan. “Semoga ilmu menjadi cahaya dan keadilan menjadi nyata,” tutupnya, sembari mengundang masyarakat untuk terus belajar, berpikir, dan bergerak bersama demi Indonesia yang lebih baik. (Redaksi)










