INIPASTI.COM, MAKASSAR – Aksi 4 November telah usai, namun berbagai organisasi masyarakat (Ormas) akan kembali melakukan aksi susulan menggugat dugaan penistaan Basuka Thahaja Purnama (Ahok). Aksi yang akan melibatkan ribuan massa tersebut membutuhkan antisipasi dari segi keamanan. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi penyusup aksi damai yang akan digelar 2 Desember besok, pasukan gabungan TNI dan Polri Siapkan 3800 personel pengamanan.
Hal tersebut dikatakan Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Pol Anton Charliyan saat ditemui di Lapangan Hasanuddin usai gelar pasukan gabungan TNI dan Polri, Kamis (1/12/2016)
“Untuk pengamanan ini kita sudah siapkan sekitar 3800 personel gabungan untuk antisipasi apabila ada penyusup yang melakukan pelanggaran pada saat aksi super damai yang dilakukan besok,” ujar Anton.
Kapolda juga mengimbau jika ada oknum yang melakukan pelanggaran akan ditindak tegas, karena aksi yang diadakan besok benar aksi super damai dengan di gelarnya zikir dan doa bersama.
“Kalau ada yang melakukan pelanggaran atau penyusup yang membuat rusuh, sudah jelas kita akan tindaki, jangan sampai karena kelompok kolektif sehingga seolah-olah berbuat kekerasan merusak itu dibolehkan karena dalam kondisi apapun juga perbuatan merusak itu tidak diperbolehkan,” tegas Anton.










