Apa Kabar Pinisi Pop Up Gallery?

(Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel Musaffar Syam) (Iin Nurfahraeni)

INIPASTI.COM, MAKASSAR – Setelah diresmikan pada November lalu, oleh Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, apa kabar dengan Pinisi Pop Up Gallery?. Yang merupakan konsep promosi pariwisata Sulsel.

Seperti diketahui, Phinisi Pop Up Gallery merupakan empat kontainer yang disusun, menyerupai bangunan yang terdiri dari, cafe, toko, dapur dan gudang, serta ruang galeri. Di setiap bagian masing-masing punya manfaat, dari kuliner, penjualan souvenir, dan tempat bersantai.

Inline Ad

Pinisi Pop Up Gallery, pertama kali diperkenalkan di halaman Benteng Fort Rotterdam, dimana saat itu selama 10 hari berada di sana dengan mengambil tema ‘SULSELALU DIHATI’.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Musaffar Syam menjelaskan sampai saat ini program dari Pinisi Pop Up Gallery masih berjalan, dan saat ini berada di Jawa untuk tetap berpromosi.

Baca Juga:  Pelajar Antusias Ikuti Pelayaran Edukasi Maritim dengan Kapal Pinisi

“Setahu saya tetap jalan termasuk promosinya. Tahun ini juga kembali dilaksanakan, apalagi sudah kontrak,”kata Musaffar, Minggu (29/1/2017) pada inipasti.com.

Menurutnya, promosi melalui Pinisi Pop Up Gallery adalah salah satu cara untuk mempromosikan Sulawesi Selatan keluar, sehingga lebih banyak lagi wisatawan untuk datang ke sini.

“Inikan ada timnya, sehingga memang mereka promosi, kami hanya melakukan pendampingan. Ini adalah cara memperlihatkan lebih jauh apa saja yang dimiliki Sulsel terhadap kuliner, budaya dan wisata, bukan cuma nasional tapi internasional” ungkapnya.

Ketika di launching Pinisi Pop Up Gallery akan melakukan promosi ke Yogyakarta, Jakarta dan Bali, kemudian di Singapura, New York dan Toronto.

Baca Juga:  Syahrul Resah, Ada Apa?

Sebelumnya Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan kehadiran Pinisi Pop Up Gallery ini adalah sebuah kreatifitas serta terobosan yang dibuat sebagai simbol langkah modern kehidupan baru di Sulsel dan Kabupaten/kota. Menurutnya, gaya promosi dengan flyer dan iklan sepertinya sudah tidak sesuai dengan perkembangan yang ada.

“Sekarang tidak boleh diam, inovasi baru harus dihadirkan sehingga dapat menjadi unggul. Terobosan baru diciptakan agar mampu bersaing dengan provinsi lain, bahkan dunia,” kata SYL.

(Visited 1 times, 1 visits today)
Bottom ad