Penulis : Wiryanti
Mahasiswa Teknik Informatika (TI) dan Alumni TI UIN Alauddin Makassar ciptakan aplikasi mobile yaitu Nongki App, aplikasi ini hadir untuk memenuhi kebutuhan pengguna internet.
Nongki App, the nongkrong platfrom merupakan aplikasi mobile yang memudahkan masyarakat kota Makassar menemukan tempat nongkrong (café/resto, rumah makan, warung kopi, jajanan, dan pubic space) yang asyik. Aplikasi ini telah dirilis sejak September 2015. Namun, kemarin, jumat, (28/10) bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, Nongki merilis fitur tambahan untuk aplikasi mereka.
Co- Founder dan CMO Nongki, Sudirman Jusman mengatakan, Nongki juga merilis full fiturnya yang merupakan hasil research and development selama setahun terakhir. Satu tahun terakhir, riset yang dilakukan lebih banyak mencari tahu tentang kebutuhan para pemilik usaha kuliner dan UKM-UKM lokal serta riset ke pengguna Nongki itu sendiri. Hasil riset tersebut kemudian menciptakan pembaharuan fitur yang dibutuhkan oleh merchant Nongki (sebutan untuk usaha kuliner dan UKM yang bergabung di Nongki) dan oleh pengguna Aplikasi Nongki sendiri.
Sudirman melanjutkan, Fitur yang ada sekarang pun tidak mengikat. Nongki akan selalu melakukan pemutakhiran fitur maupun data sesuai kebutuhan. Peluncuran fitur tambahan Nongki ini sekaligus dikaitkan dengan rebranding dari sebelumnya “Nonq” menjadi Nongki dengan keseluruhan unsur yang sangat berbeda dengan versi sebelumnya.
Nongki merupakan aplikasi ciptaan 10 pemuda Makassar yang tergabung dalam Indevtekno. Indevtekno sendiri telah berkiprah di dunia bisnis digital selama tiga tahun. Nongki merupakan aplikasi mobile yang pertama kali dipublikasikan secara luas oleh Indevtekno dan diharapkan mendapat sambutan hangat dari seluruh lapisan masyarakat kota Makassar.
Nongki berawal dari pengamatan indevtekno akan kebiasaan anak muda saat ini yang hobi nongkrong yang berbanding lurus dengan jumlah outlet kuliner, cafe dan resto yang menjamur di kota Makassar. Kebutuhan akan tempat nyaman untuk bersantai dan meningkatnya enterpreneur muda di bidang kuliner menjadikan Nongki sebagai jembatan penghubung keduanya. Jajanan kuliner khas Sulawesi Selatan yang menggugah selera jika berkunjung ke Makassar secara tidak langsung menjadikan Nongki sebagai aplikasi yang direkomendasikan bagi para turis lokal maupun mancanegara ketika menginjakkan kaki di kota ini.
Sejak diluncurkannya Nongki di permukaan bisnis digital hingga kini, sebanyak kurang lebih 500 cafe dan resto telah terdata di mesin pencarian Nongki. Harapannya semua cafe, resto, outline kuliner di Indonesia bisa bekerja sama dengan Nongki agar pengusaha pemula dan muda di bisnis kuliner mempunyai alternatif baru dalam mempromosikan usaha mereka.
Detail informasi merchant yang menjadi poin utama dari keunggulan Nongki sebagai aplikasi yang lebih dari sekedar direktori tempat nongkrong. Ditambah teknologi dashboard integrated yang dibangun antara Merchant-Nongki-Pengguna. Setiap merchant memiliki dashboard sendiri yang dapat mereka kelola secara mandiri sehingga menu, harga dan semua informasi detail adalah tanggung jawab dari merchant itu sendiri. Kelebihan yang menjadikan siapapun pemilik usaha kuliner, jajanan dan public space bisa bergabung menjadi merchant Nongki dengan hanya mengakses www.nongki.id dan melakukan registrasi. Setelah melakukan proses autentifikasi, usaha mereka siap ditemukan dengan mudah oleh ribuan pengguna Nongki sampai saat ini.
Selain seluruh fitur di atas yang memang telah menjadi fitur andalan Nongki selama setahun terakhir, di versi terbaru Nongki memberikan fitur timeline sehingga para pengguna bisa melakukan interaksi termasuk saling sharing foto dan melakukan check-in di tempat lama atau baru yang mereka temukan.
Hal terakhir yang merupakan keunggulan dari fitur terbaru Nongki adalah adanya fitur redeem point. Seluruh aktivitas yang dilakukan user aplikasi Nongki akan ditukar dengan point yang bisa ditukar (redeem) dengan berbagai macam hadiah dan merchandise menarik dari Nongki.
Kehadiran Nongki yang merupakan karya asli anak Makassar ini diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan warga di era digital sekarang ini.(*)
Baca juga : Mahasiswa Teknik Informatika UINAM Juarai Lomba Nasional
//










