INIPASTI.COM – Harga minyak mentah dunia kembali melemah pada perdagangan Selasa (7/9/2021). Arab Saudi memangkas harga minyak mentah untuk pasar Asia menimbulkan kekhawatiran akan melemahnya permintaan minyak.
amun, data ekonomi Tiongkok dan turunnya produksi AS menahan harga minyak turun lebih lanjut.
Dilansir dilaman Beritasatu, Pada penutupan Selasa, harga Brent turun 0,73% ke US$ 71,69 per barel, sedangkan WTI turun 1,36% ke US$ 68,35 per barel. Pada Rabu pagi (8/9/2021), Brent naik 0,03% ke US$ 71,71, dan WTI naik 0,25% ke US$ 68,52.
Saudi Aramco pada hari Minggu lalu memangkas harga penjualan resmi (HRP) semua grade minyak mentah bulan Oktober untuk pasar Asia sebesar US$ 1 per barel.
Pemangkasan harga yang besar itu menandakan konsumsi di kawasan importir minyak terbesar dunia masih lemah karena penerapan kebijakan lockdown untuk menahan penyebaran varian delta di Asia.
Sementara di AS, data ketenagakerjaan berada jauh di bawah ekspektasi pasar, di mana sektor wisata dan perhotelan tidak mengalami penambahan tenaga kerja.
Produksi minyak mentah AS menurun karena beberapa kilang ditutup karena Topan Ida. Lebih dari 80% produksi minyak di Teluk Meksiko masih ditutup pada hari Senin, sejak Topan Ida menerjang seminggu sebelumnya.
Impor minyak mentah Tiongkok naik 8% pada bulan Agustus dibanding bulan sebelumnya. Ekspor Tiongkok naik 25,6% di bulan Agustus 2021 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ekspor juga naik 19,3% dibandingkan bulan Juli. Survei analis Reuters memperkirakan ekspor tumbuh 17,1%.
Sementara impor naik 33,1% pada bulan Agustus secara year on year, lebih tinggi dari survei Reuters di 26,8%. Impor juga naik 28,1% dibandingkan Juli (syakhruddin)










