INIPASTI.COM, MAKASSAR – Moment pemilihan kepala daerah sering kali netralitas dari Aparatur Sipil Negara menjadi perhatian, apalagi jika yang maju adalah kepala daerah incumbent. Seperti di Kabupaten Jeneponto, di mana Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan Ketua DPRD maju dalam Pilkada 2018
Untuk memastikan hal tersebut, Penjabat sementara Bupati Jeneponto Asmanto Baso Lewa mengungkapkan, netralitas ASN ini telah menjadi komitmennya dalam menciptakan pemilihan kepala (Pilkada) yang tertindas, aman dan damai.
Salah satunya, kata Asmanto, pemerintah harus hadir sebagai pelayan dan mengurus rakyat. Untuk itu, pemerintah harus tegak lurus, tidak boleh ke kanan atau ke kiri. Kenapa, supaya rakyat atau siapapun yang dilayani bisa terayomi dan mendapat pelayanan baik.
“Kami akan mengawal pilkada Jeneponto, pasalnya pasangan calon Bupati Jeneponto adalah putra terbaik daerah ini,sebagai orang Jeneponto, mari kita jaga kearifan lokal di Butta Turatea ini,”kata Asmanto, Senin (5/3/2018)
Ia pun menginginkan agar Pilkada di Jeneponto harus menjadi contoh bagi daerah lain. Kearifan lokal dan filosofi orang Jeneponto harus makin kuat dan di junjung tinggi.
“Pilkada tetap Pilkada, namun semangat persaudaraan serta kekeluargaan tetap terjaga, menyatu dalam sebuah lingkaran. Buat apa ribut-ribut dengan pilkada, mereka semua ini putra terbaik yang dimiliki Jeneponto. Jadi mari menjaga kekompakan dan kebersamaan dalam pilkada ini,” ungkap Asmanto.
Ia pun menyebutkan, Jeneponto ini istimewa karena daerah lain tidak banyak yang ikut dalam Pilkada, “artinya, orang Jeneponto adalah orang yang paham dalam berdemokrasi dalam memilih pemimpinnya. Makanya kita harus buktikan, Jeneponto dapat menjadi contoh pilkada di Sulsel,” ujar Asmanto
(Iin Nurfahraeni)










