INIPASTI.COM, JAKARTA– Badan Pusat Statistik ( BPS) bakal merekrut 390.000 petugas untuk menjalankan sensus penduduk 2020 mendatang. Dari total anggaran Rp 4 Triliun, 90 persennya akan digunakan untuk petugas lapangan.
Menurut Kepala BPS Suhariyanto, pada sensus penduduk 2020 untuk pertama kalinya BPS menggunakan metode kombinasi antara online dan door to door. Adapun dalam sensus-sensus sebelumnya, BPS masih menggunakan metode tradisional.
Masyarakat bisa mulai mengisi sensus penduduk secara online mulai 15 Februari hingga Maret 2020 dengan metode wawancara pintu ke pintu dilakukan Juli 2020.
” Kami akan rekrut 390.000 petugas di seluruh Indonesia. Itu nggak ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan China yang sampai 1 juta petugas,” ujar Suhariyanto.
Suhariyanto mengatakan, siapapun bisa turut mendaftar, dengan kualifikasi dasar berpendidikan akhir Sekolah Menengah Atas (SMA). Upah yang didapatkan untuk waktu kerja yang selama sebulan, tak akan lebih rendah dari UMR.
“Kita kantor sampai kabupaten, (recruitment) akan dibuka di sana, kalau perlu tenaga yang mendaftar biasanya jauh lebih banyak. Dan di BPS sendiri sudah ada list petugas dari masa lalu,” jelas Suhariyanto.
“Tapi untuk menjaga transparansi dan agar fair, kita announce lagi. Banyak juga yang mahasiswa,” ujarnya.
Warga negara Indonesia diminta berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan sensus penduduk secara daring yang akan dilakukan 15 Februari sampai 31 Maret 2020.
Suhariyanto mengatakan, warga mesti menyiapkan nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK) untuk mengisi data dalam sensus penduduk daring.
“Kita tinggal masukkan nomor NIK dan KK. Di sana sudah komplit pertanyaannya,” katanya.
Tahap satu sensus penduduk daring akan mencakup pencacahan lengkap. Warga akan diminta menjawab 21 pertanyaan berkenaan dengan individu, pekerjaan, pendidikan, dan perumahan.
Pertanyaan berkenaan dengan variabel individu mencakup nama lengkap, jenis kelamin, tempat dan tanggal lahir, NIK, alamat, lama tinggal di alamat saat ini, kewarganegaraan, suku bangsa, agama, penggunaan bahasa Indonesia, status hubungan dengan kepala keluarga, dan status perkawinan.
Dalam sensus itu, warga juga akan ditanya mengenai jenis pekerjaan dan status pekerjaan, pendidikan, kepemilikan rumah, listrik, sumber air minum, kepemilikan jamban.
Selain mengikuti tahap pencacahan lengkap, warga yang tercakup dalam sensus penduduk 2020 juga akan diberi 82 pertanyaan pada tahap pencacahan sampel.
(Dhirga Erlangga)










