INIPASTI.COM, MAKASSAR – Perempuan kelahiran Jeneponto, 9 November 1996, Hastuti Ahmad Muhammad (21) patut berbahagia. Betapa tidak, di saat banyak umat muslim yang sudah lansia merindukan baitullah, ia diberi kesempatan naik haji diusianya yang masih muda. Ia pun mengaku bahagia karena tidak harus menunggu lama lagi untuk menunaikan rukun Islam yang kelima ini.
“Bersyukur dan bahagia sekali bisa berangkat haji diusiaku yang masih muda. Apalagi sekarang daftar tunggu haji sudah puluhan tahun katanya,” ujar Jemaah Calon Haji (JCH) Termuda Kabupaten Jeneponto ini saat ditemui tim inipasti.com di Asrama Haji Sudiang, Selasa, (22/8/2017).
Anak kedua dari Almarhum H Ahmad dan Hj Rahmawati Rabba Tompo (44) ini menjadi JCH termuda Jeneponto setelah didaftarkan pada tahun 2009 lalu. Saat itu ia masih duduk di bangku kelas 6 SD Inpres Pao. Tepatnya saat ia masih berusia 13 tahun.
Namun, anak juragan ternak di Kecamatan Taroang ini juga tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Ia teringat sang ayah yang telah meninggal dunia pada 2012 lalu. Ia pun berdoa agar arwah sang ayah tenang di sisi Allah SWT. “Semoga beliau ditempatkan di tempat yang paling indah di sisi Allah SWT,” doanya.
Tak hanya itu, kesedihan juga membayangi pikirannya. Pasalnya, ia akan meninggalkan anak semata wayangnya selama 40 hari lebih. Anak hasil pernikahannya dengan H Syukur (21) ditinggalkannya bersama suami tercintanya. Syafa Nurkhalifa (2), anaknya selalu ia kenang karena masih usia lucu-lucunya.
“Senang bercampur sedih karena harus tinggalkan anak yang masih usia 2 tahun. Selama berhaji, anak sama suami saya tinggal sama mertuaku,” jelasnya.
Ia pun hanya bisa berdoa agar sang buah hati tetap dalam lindungan Allah SWT. Ia juga berharap bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar agar bisa kembali berkumpul bersama keluarga kecilnya. (Sule).










