INIPASTI.COM, HEALTH – Manusia normal pada umumnya dapat bertahan hidup jika tidak minum air sama sekali sekitar tiga hingga empat hari, namun pada dasarnya dehidrasi yang tidak bisa dibendung manusia bisa terjadi lebih cepat.
Namun, pada dasarnya, seberapa lama anda bisa bertahan hidup tanpa air bisa dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Misalnya usia, kondisi kesehatan tubuh, cuaca, serta aktivitas fisik seseorang.
Manusia ketika beraktivitas fisik atau berolahraga berat di siang hari yang amat panas, bisa mengalami dehidrasi berat dan meninggal dalam hitungan jam tanpa minum air sama sekali.
Seperti yang dilansir Live Science, seorang pakar biologi dari Universitas George Washington bernama Randal K. Packer mengatakan bahwa di cuaca panas, orang dewasa normal bisa kehilangan 1-2 liter keringat dalam satu jam jika ia tidak minum sama sekali.
Manusia mulai merasa haus akan air, dimana sebenarnya sudah mengalami dehidrasi ringan. Kondisi ini umumnya memunculkan dua tanda khas, yaitu mulut kering dan urin berwarna kuning gelap disertai dengan bau pesing yang kuat. Hal tersebut merupakan cara tubuh untuk berusaha menghemat lebih banyak cairan.
Begitu kadar air tubuh makin turun di bawah batas wajar, rangkaian gejala dehidrasi lainnya akan menyertai. Mulai dari rasa haus, kulit kering (tidak membal kembali setelah dicubit), kelelahan, tubuh lunglai, pusing, berkunang-kunang, bingung, mulut kering, detak jantung cepat, hingga napas cepat dan dangkal.
Menurut panduan Dinas Kesehatan Nasional 2009 di Inggris, dehidrasi berat terjadi saat tubuh kehilangan sekitar 10 persen berat air dari total berat badan. Saat kadar air turun drastis di dalam tubuh, cairan tersebut dialihkan untuk mengisi organ vital dengan darah. Hal ini menyebabkan sel-sel di seluruh tubuh menyusut.
Ginjal biasanya menjadi organ yang pertama kali gagal bekerja di antara organ-organ lainnya. Sehari sampai dua hari tidak minum air sama sekali, frekuensi buang air kecil Anda akan menurun bahkan berhenti sama sekali.
Sebab, ginjal menghentikan pembersihan limbah karena persediaan darah yang menyusut. Seiring sel-sel otak terkuras habis dari persediaan airnya, otak bisa membengkak dan pembuluh darah di dalam tengkorak bisa meledak.
(Ahadri)










