INIPASTI.COM, MAKASSAR- Bantuan benih padi non hibrida dalam kurn waktu lima tahun erakhir ini (2013 – 2017) untuk 24 kabupaten kota di Sulsel telahmencapai 20,167.500.00 kg dengan luas lahan pertanaman 806,700.00 ha.
Sektor Timur yang meliputi Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Sidrap dan Pinrang memperoleh bantuan benih 11,359,025.00 kg dengan luas lahan 454,361.00 ha. Dibandingkan Sektor Barat yang meliputi Jeneponto, Takalar, Gowa, Makassar, Maros, Pankep, Barru, Parepare dan Selayar hanya mendapatkan bantuan benih padi non hibrida sebesar 4,875,225.00 kg dengan luas lahan 195,009.00 ha.
Bantuan benih padi non hibrida di sektro peralihan yang meliputi Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Palopo, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Enrekang lebih sedikit dibandingkan dengan sektor Timur dan Barat, yakni hanya mendapatkan bibit 3,933,250.00 kg dengan luas lahan 157,330.00 ha.
Pembagian bantuan benih padi non hibrida di tahun 2015 ada 14 kabupaten yang tidak mendapatkan bantuan, yakni Jeneponto, Takalar, Gowa, Makassar, Parepare, Selayar, Bulukumba, Bantaeng, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Palopo, Tana Toraja dan Enrekang. Khusus untuk Makassar sejak 2013 hingga 2017 tidak pernah mendapatkan bantuan benih padi non hibrida.
Untuk bantuan benih padi non hibrida ini, sejak lima tahun terakhir yang mendapatkan bantuan terbesar adalah, Kabupaten Sidrap 2,445,000.00 kg, kemudian Pinrang 2,312,000.00 kg, Bone 2,159,025.00 kg, Wajo 1,425,000.00 kg, Maros 1,400.000.00 kg serta Gowa 1,095.000.00 kg. (nasrullah)










