INIPASTI.COM – Jika kita tidak segera melakukan perbaikan diri dengan menjauhi mindset materialisme dari dalam diri kita, sehingga kita terlena dengan kehidupan dunia yang fana ini, akhirnya terjebak istidraj dari Allah SWT karena kelalaian kita sendiri. Ujung-ujungnya adalah musibah dan kerugian di akhirat kelak.
Apa itu istidraj? istidraj itu adalah asap yang di undur-undur oleh Allah SWT namun Allah tetap memberikan kita:
1) Harta yang berlimpah padahal tidak pernah bersedekah.
2) Rezeki berlipat-lipat padahal jarang salat, tidak senang pada nasihat ulama, dan terus berbuat maksiat.
3) Dikagumi dan dihormati padahal akhlak bejat.
4) Diikuti, diteladani, dan diidolakan padahal bangga mengumbar aurat dalam berpakaian.
5) Sangat jarang diuji sakit padahal dosa-dosa menggunung dan membukit.
6) Tidak pernah diberikan musibah padahal gaya hidupnya sombong, meremehkan manusia, angkuh, dan bedebah.
7) Anak-anak sehat-sehat dan cerdas-cerdas padahal diberikan makan dari harta hasil yang haram (menipu, korupsi, riba, dll).
8) Hidup bahagia dan penuh canda tawa padahal banyak orang karenanya ternoda dan terluka.
9) Karirnya terus menanjak padahal banyak hak orang yang diinjak-injak
10) Semakin tua semakin Makmur padahal berkubang dosa sepanjang umur.
Hati-hati, karena itulah yang dinamakan istidraj.
Renungkan ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya:
“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am 44).
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Jika kamu melihat Allah memberikan dunia kepada seorang manusia pelaku maksiat dengan sesuatu yang ia (pelaku maksiat) sukai, maka sesungguhnya itu adalah istidraj.” (HR. Ahmad).
Maka jangan silau dengan kesuksesan dan kemegahan yang ditampilkan seseorang. Maka waspadalah! Bisa jadi dia sedang mengalami istidraj. Dan pada saatnya nanti Allah SWT tiba-tiba mencabut semua kenikmatan itu tanpa dia sadari.
Sebagai seorang beriman yang dikasihi Allah SWT, maka Allah SWT akan selalu menjaga kita dari segala kemaksiatan. Tidak dibiarkan dalam kesesatan.
Jadi kalau kita sudah beramal shaleh, namun kita masih diberi ujian/cobaan, maka itulah tanda kasih sayang Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya berupa keringanan dosa dan menuju ampunan-Nya. Semoga kita selamat dari istidraj. Aamiin ya Rabbal Al-Amin
(Sumber Majalah Wisatahati Edisi Juni 2018).










