INIPASTI.COM, MAKASSAR – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan Tautoto Tanaranggina meminta agar Pemerintah Kabupaten dapat lebih berhati-hati dalam memilih rekanan.
Ia menambahkan sesuai arahan dari Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo di mana melalui surat edarannya meminta seluruh Pemerintah Kabupaten lebih berhati-hati dan selektif memiliki rekanan dalam mengerjakan proyek
“Dalam surat itu, Pak Gubernur (Syahrul,red) meminta kepada bupati/wali kota di Sulsel untuk tidak memenangkan rekanan dalam sebuah tender jika belum melunasi pajak kendaraan dan pajak alat berat yang digunakan dalam tender,” kata Tautoto, Kamis kemarin
Ia menyatakan, semua pihak harus terlibat dalam meningkatkan pendapatan pajak kendaraan bermotor karena pajak tersebug digunakan untuk membangun jalan
juga dinikmati oleh banyak pihak.
“Surat ini juga ditujukan kepada seluruh Wali Kota dan Bupati di Sulsel,”paparnya
Untuk semester I 2017, Bapenda mencatat, pendapatan dari pajak kendaraan senilai Rp535 miliar dari target tahun ini sebesar Rp1,06 triliun. Atau sudah lebih sedikit dari 50 persen taget.
Dari catatan Bapenda Sulsel perolehan pajak kendaraan bermotor tertinggi dicapai Samsat Wilayah Makassar II sebesar Rp47,7 miliar, lalu UPT Wilayah Tana Toraja Rp7,02 miliar dan UPT Wilayah Samsat Selayar Rp2,7 miliar.
Untuk keseluruhan sektor pajak sendiri, Bapenda Sulsel ditagetkan bisa mengumpulkan senilai Rp3,3 triliun. Yang hingga semester I baru tercatat Rp1,36 triliun atau baru sekitar 41 persen dari target.
“Semua pajak yang terkumpul itu, berasal dari pajak kendaraan bermotor, bea balik nama, pajak rokok, pajak air permukaan dan pajak bahan bakar,” pungkas Tautoto. (Iin Nurfahraeni)










