INIPASTI.COM, MAKASSAR – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan, merilis hasil pencapaian pendapatan yang dikelola, pada triwulan III. Salah satunya yaitu pengelolaan Hasil Kekayaan Daerah yang dipisahkan, di mana target pokoknya Rp 122.029.115.890.
Di mana nilai ini, diperoleh masing-masing dari Bank Sulsel sebesar Rp 120.000.000.000, Laba Perusda, Rp 572.000.000, kemudian PT Kima Rp 219.054.060. PT GMTD Rp 594.000.000 dan PT Askrida Rp 644.061.830.
Namun, sampai dengan September ini, Pendapatan yang bersumber dari lima usaha telah mencapai Rp 126.659.886.496. Bahkan diantaranya ada yang telah melewati target pokok.
Kepala Bapenda Sulawesi Selatan, Tautoto Tanaranggina menjelaskan untuk pendapatan daerah yang bersumber dari Hasil Kekayaan Daerah yang dipisahkan, sampai saat ini telah mencapai dari target pokok yang diberikan. Tetapi ada satu belum yaitu Perusda Sulsel.
“Sampai di Triwulan III ini, Perusda belum menyetorkan laba sebagai pendapatan,padahal sebelumya tidak seperti itu,” kata Tautoto, Senin (13/11/2017).
Mengenai apa yang menjadi sebab sampai saat ini, Perusda belum menyetorkan labanya. Tautoto mengaku tidak mengetahui, dan mempersilahkan langsung berkoordinasi dengan Perusda Sulsel, “Saya kurang tahu, coba tanya Perusda langsung,” terang Tautoto.
Tautoto menyebutkan dari lima usaha tersebut ada beberapa yang melewati target, diantarnya Bank Sulsel, dari target Rp 120.000.000 yang tercapai Rp 125.249.257.988, PT Kima, Rp 219.054.060, pencapainya Rp 406.363.969.
Yang sedikit melambat, yaitu PT GMTD dan PT Askrida, “kalau GMTD memang kami mulai kurangi,”terangnya
Sementara itu, Direktur Keuangan Perusda Sulsel Tony Pahlevi mengakui pihaknya belum menyetorkan laba sebagai pendapatan daerah, hal ini disebabkan karena beberapa hal.
“Kendalanya yaitu, masih ada piutang sewa dari Mitra Perusda, yang belum diterima sampai saat ini. Insya allah dalam waktu dekat akan kami setorkan,” terangnya.
Tony menyebutkan, nilai yang akan disetor sebagai sumber pendapatan daerah sekitar Rp 347 juta. (Iin Nurfahraeni)










