INIPASTI.COM, MAKASSAR – Pemerintah Pusat telah mengeluarkan 14 Proyek Strategis Nasional, dengan nilai Rp 298,5 triliun yang dianggap tidak memenuhi kriteria batas waktu yang ditentukan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).
Seperti diketahui, dalam Peratutran Pemerintah (PP) nomor 58 tahun 2017, pemerintah mencanangkan 245 dan 2 program yang akan diselesaikan selama periode 2015-2019. Berdasarkan RPJMN, total investasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek-proyek tersebut mencapai Rp 4.197 triliun.
“ Di Sulsel, tidak ada proyek yang terkena,semua tetap berjalan sesuai dengan perencanaan yang ada saat ini,” kata Kepala Bappeda Sulsel Jufri Rahman, pada inipasti.com Senin (23/4/2018)
Di Sulsel, sendiri ada sekitar 14 yang masuk dalam kategori PSN, di mana empat diantaranya merupakan program dari Pemerintah Pusat, yaitu Kartu Indonesia Sehat ,Program Keluarga Harapan, dan Kartu Indonesia Pintar. Sedangkan 10 PSN yang masuk yaitu Kereta Api Makassar – Parepare (Tahap I dari pengembangan jalur lintas Barat Sulawesi Bagian Selatan, Makassar New Port, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mamminasata , Bendungan Karalloe, Bendungan Passelorang, Bendungan Pamukkulu, Bendungan Jenelata, Pembangunan Kawasan Industri Prioritas Bantaeng, dan Pembangunan Smelter di Bantaeng.
Ia pun mengaku, pihaknya terus mendorong agar proyek tersebut dapat selesai dengan target yang diberikan, memang masalah lahan ini menjadi perhatian. Dulukan masalah pembebasan lahan ini terhambat, karena anggarannya dibebankan ke Pemerintah provinsi, sekarang inikan dari pusat.
“Sekarang inikan anggarannya dari APBN, pemerintah daerah hanya memfasilitasi. Memang untuk pembebasan lahan tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan, karena tanah memiliki hubungan emosional dengan pemiliknya sehingga tidak mudah menjualnya,” ujar Jufri.
Makanya, Jufri menambahkan semua pihak terlibat didalamnya, sehingga aman yang kedua tidak boleh diputuskan dengan terburu-buru karena bisa berdampak nantinya.
Mengenai progress pengerjaan PSN ini, Jufri menyebutkan semua proyek sampai saat ini masih on track, seperti Bendungan Pamukkulu saat ini mulai dikerjakan pembangunan fisiknya. “Saat ini pembangunan fisik bangunan sedang dalam proses persiapan, bendungan Passelorang juga sementara diselesaikan,’ ujarnya
Dari data yang diperoleh melalui Bappeda, progress PSN per Maret 2018 ini, diantaranya untuk, Bendungan Pamukkulu yang memiliki kapasitas tampung maksimum 82,7 Juta M3 dan akan memberi manfaat bagi irigasi seluas 6.150 Ha, mulai dipersiapan pembangunan fisiknya yang kontraknya telah ditandatangai pada bulan November 2017 yang dibagi menjadi 2 paket konstruksi.
Bendungan Passelorang, sampai dengan Maret sudah mencapai 68,22 persen, di mana nantinya bendungan memiliki kapasitas tamping maksimal sebesar 138 juta M3. Namun, bendungan yang ditarget rampung pada akhir tahun 2018 ini.
Sementara itu untuk Kereta Api Trans Sulawesi, Makassar-Parepare untuk pembangunan tahap I dengan realisasi pembangunan fisik tahun 2017 sebesar 72,51 persen berupa pembangunan track/jalur KA sepanjang 45,5 Km dan pembangunan 5 buah stasiun yaitu di Pekkae, Barru, Takkalasi, Mangkoso dan Palanro.
(Iin Nurfahraeni )










